Sabtu, 28 Oktober 2017

Anjing dan Babi dalam Alkitab (12): Hukuman Terhadap Keluarga Raja Baesa



Rabu, 1 November 2017
Bacaan Alkitab: 1 Raja-Raja 15:25-16:4
Siapa yang mati dari pada Baesa di kota, akan dimakan anjing dan yang mati dari padanya di padang akan dimakan burung yang di udara. (1 Raj 16:4)


Anjing dan Babi dalam Alkitab (12): Hukuman Terhadap Keluarga Raja Baesa


Sama halnya dengan firman Tuhan kepada Yerobeam, Tuhan juga menyampaikan firman yang hampir sama kepada Baesa, raja Israel. Siapakah Baesa itu? Alkitab mencatat bahwa Baesa berasal dari suku Isakhar dan ia memberontak melawan Nadab, anak Yerobeam hingga menduduki tahta kerajaan Israel. Baesa bahkan membunuh dan melenyapkan seluruh keturunan raja Yerobeam sebagaimana firman Tuhan yang diucapkan oleh nabi Ahia tersebut (ay. 25-32). Alkitab memang tidak mencatat dengan rinci bagaimana keturunan Yerobeam dibunuh oleh Baesa, tetapi cukuplah bahwa firman Tuhan terhadap Yerobeam telah digenapi.

Sayangnya, ketika Baesa menjadi raja atas Israel, ia tetap melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Alkitab bahkan mencatat bagaimana Baesa tetap hidup menurut tingkah laku Yerobeam yang jahat dan menurut dosanya sendiri sehingga mengakibatkan orang Israel berdosa kepada Tuhan (ay. 33-34). Oleh karena itu, Tuhan pun menyampaikan firman-Nya kepada Baesa melalui nabi Yehu bin Hanani (ay. 1). Dalam firman kepada Baesa, Tuhan menyampaikan bahwa Tuhan telah mengangkat Baesa dari bukan siapa-siapa menjadi raja atas Israel. Namun demikian, ternyata Baesa tidaklah lebih baik daripada Yerobeam dan juga menyebabkan bangsa Israel berdosa dan menyakiti hati Tuhan (ay. 2).

Baesa seharusnya dapat belajar dari kesalahan Yerobeam dan keturunannya, mengenai bagaimana cara mereka memimpin bangsa Israel, bagaimana mereka hidup dalam penyembahan berhala, dan bagaimana mereka menyesatkan seluruh bangsa dari jalan Tuhan yang benar. Baesa juga telah melihat bagaimana firman Tuhan terhadap Yerobeam dan keturunannya digenapi, bahkan ia sendiri yang melenyapkan seluruh keturunan Yerobeam. Namun demikian, ternyata Baesa juga melakukan kejahatan yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Yerobeam. Ia tidak lebih baik daripada Yerobeam, pendahulunya.

Oleh karena dosa dan kesalahan Baesa tersebut, maka Tuhan menubuatkan hukuman yang sama dengan apa yang diucapkan-Nya kepada Yerobeam. Tuhan akan menyapu bersih Baesa dan keluarganya (keturunannya), kemudian Tuhan akan membuat keluarga Baesa seperti keluarga Yerobeam (ay. 3). Hukuman Tuhan juga tidak hanya  berhenti samai di situ, melainkan juga terdapat hukuman yang sama yaitu iapa yang mati daripada Baesa di kota, akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara (ay. 4).

Hukuman Tuhan atas Baesa sama persis dengan hukuman Tuhan terhadap Yerobeam. Hal ini tentu karena memang standar Tuhan terhadap pemimpin bangsa dan pemimpin umat memang jauh lebih tinggi daripada standar atas rakyat biasa. Yerobeam dan Baesa sama-sama melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bahkan Baesa tentu dipandang lebih bodoh karena ia mengulangi kembali kesalahan Yerobeam, pendahulunya. Oleh karena itu tidak heran bahwa standar hukuman Tuhan atas Baesa pastilah sama dengan standar hukuman Tuhan atas Yerobeam, yaitu mereka yang mati di kota akan dimakan oleh anjing.



Bacaan Alkitab: 1 Raja-Raja 15:25-16:4
15:25 Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel dalam tahun kedua zaman Asa, raja Yehuda. Ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya.
15:26 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, serta hidup menurut tingkah laku ayahnya dan menurut dosa ayahnya, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
15:27 Dan Baesa bin Ahia, dari kaum Isakhar, mengadakan persepakatan melawan dia. Baesa menewaskan dia di Gibeton yang termasuk wilayah orang Filistin, sedang Nadab dan seluruh Israel mengepung Gibeton itu.
15:28 Baesa membunuh dia dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, dan menjadi raja menggantikan dia.
15:29 Segera sesudah ia menjadi raja, ia membunuh seluruh keluarga Yerobeam; tidak ada yang bernafas yang ditinggalkannya hidup dari pada Yerobeam, sampai dipunahkannya semuanya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya Ahia, orang Silo itu,
15:30 oleh karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, oleh sebab sakit hati yang ditimbulkannya pada TUHAN, Allah Israel.
15:31 Selebihnya dari riwayat Nadab dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?
15:32 Dan ada perang antara Asa dan Baesa, raja Israel, sepanjang umur mereka.
15:33 Dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, Baesa bin Ahia menjadi raja atas seluruh Israel di Tirza. Ia memerintah dua puluh empat tahun lamanya.
15:34 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN serta hidup menurut tingkah laku Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.16:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Yehu bin Hanani melawan Baesa, bunyinya:
16:2 "Oleh karena engkau telah Kutinggikan dari debu dan Kuangkat menjadi raja atas umat-Ku Israel, tetapi engkau telah hidup seperti Yerobeam dan telah menyuruh umat-Ku Israel berdosa, sehingga mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan dosa mereka,
16:3 maka sesungguhnya Aku akan menyapu bersih Baesa dan keluarganya, kemudian Aku akan membuat keluargamu seperti keluarga Yerobeam bin Nebat.
16:4 Siapa yang mati dari pada Baesa di kota, akan dimakan anjing dan yang mati dari padanya di padang akan dimakan burung yang di udara."

Anjing dan Babi dalam Alkitab (11): Hukuman Terhadap Keluarga Raja Yerobeam



Selasa, 31 Oktober 2017
Bacaan Alkitab: 1 Raja-Raja 14:1-16
Setiap orang dari pada Yerobeam yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung yang di udara. Sebab TUHAN telah mengatakannya. (1 Raj 14:11)


Anjing dan Babi dalam Alkitab (11): Hukuman Terhadap Keluarga Raja Yerobeam


Setelah istilah “anjing mati” yang terjadi di masa pemerintahan raja Daud, maka dalam waktu 2 generasi setelahnya kembali muncul kata “anjing” dalam Alkitab. Pada saat itu, setelah kematian raja Salomo (anak raja Daud), kerajaan Israel terpecah menjadi 2 kerajaan: 1) Kerajaan Israel (Israel Utara) yang terdiri dari 10 suku; dan 2) Kerajaan Yehuda (Israel Selatan) yang terdiri dari 2 suku, Yehuda dan Benyamin. Saat itu kerajaan Israel dipimpin oleh Yerobeam sedangkan kerajaan Yehuda dipimpin oleh Rehabeam, anak Salomo.

Pada bagian bacaan Alkitab kita hari ini, dikatakan bahwa anak Yerobeam yang bernama Abia jatuh sakit (ay. 1). Yerobeam pun ingin menanyakan apa yang terjadi dengan anaknya kepada nabi Ahia yang ada di Silo, apakah anaknya tersebut dapat disembuhkan. Ia kemudian menyuruh istrinya pergi kepada nabi Ahia dengan menyamar dan membawa berbagai buah tangan bagi nabi Ahia (ay. 2-3). Istri Yerobeam pun melakukan tepat seperti apa yang diinstruksikan oleh suaminya (ay. 4a). Mengapa harus menyamar? Karena Yerobeam sadar bahwa ia sudah bersalah di hadapan Tuhan dan malu untuk datang menanyakan nasib anaknya kepada seorang nabi Tuhan. Di samping itu, ia tahu bahwa Ahia sudah tua dan sudah tidak dapat melihat lagi karena matanya sudah kabur, sehingga dipikirnya ia dapat “menipu” nabi Ahia dengan penyamaran istrinya saat itu (ay. 4b).

Ternyata, Tuhan sudah berfirman kepada Ahia bahwa istri Yerobeam akan datang untuk bertanya kepadanya. Tuhan pun sudah menaruh Firman-Nya dalam mulut nabi Ahia agar disampaikan dengan tepat kepada istri Yerobeam (ay. 5). Saat istri Yerobeam masuk ke rumah nabi Ahia, nabi Ahia sudah menyampaikan Firman Tuhan secara tepat sesuai apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya (ay. 6).

Isi dari Firman yang disampaikan tersebut antara lain bahwa Tuhan sebenarnya telah memilih Yerobeam untuk memimpin bangsa Israel (ay. 7). Tuhan bahkan memberikan kepada Yerobeam 10 suku, jauh lebih banyak dibanding 2 suku yang diberikan kepada keturunan Daud (ay. 8a). Tetapi ternyata Yerobeam tidak mau tetap menaati perintah Tuhan dan melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan (ay. 8b). Yerobeam bahkan membuat patung dan dewa tuangan, menyembah dewa-dewa tersebut dan bahkan menyebabkan seluruh rakyat Israel turut berdosa (ay. 9).

Oleh karena itu, Tuhan akan menghukum Yerobeam dan juga keturunannya hingga habis (ay. 10). Bahkan hukuman Tuhan begitu berat karena keturunannya yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara (ay. 11). Kita telah mengerti bahwa anjing adalah binatang najis yang juga memakan makanan yang najis. Oleh karena itu, jika Tuhan berfirman bahwa keturunannnya yang mati di kota akan dimakan anjing, berarti ini adalah hukuman Tuhan yang sangat berat bagi Yerobeam bahkan bagi orang Israel lainnya di waktu itu. Lebih parah lagi, Tuhan pun berfirman bahwa Ia akan membangkitkan seorang raja yang akan melenyapkan keturunan Yerobeam (ay. 14)

Namun kita harus mengerti bahwa nubuatan Tuhan tersebut tidak berlaku secara umum. Tentu setiap orang akan menuai apa yang ia tabur. Oleh karena itu, jika kita memperhatikan keturunan Yerobeam, ternyata tidak semua keturunan Yerobeam mati dimakan anjing di kota atau dimakan burung di padang. Misalnya saja anak Yerobeam yang sakit tadi, Tuhan memang berfirman bahwa ia akan mati begitu istri Yerobeam menginjakkan kaki di kota (ay. 12). Tuhan bahkan mengatakan bahwa hanya anak yang mati tersebut yang terdapat sesuatu yang baik di mata Tuhan (ay. 13).

Hal ini dapat berarti bahwa keturunan Yerobeam yang lain tidak ada yang baik, dan karena anak ini mati muda maka ia masih dipandang baik di mata Tuhan. Jika anak Yerobeam ini sembuh dari sakitnya, ada kemungkinan ia juga bisa menjadi seorang raja yang jahat juga. Dalam hal ini tuntutan seorang pemimpin memang jauh lebih berat. Jika seorang biasa tersesat, maka kesesatannya tersebut hanya akan berdampak kepada dirinya sendiri. Akan tetapi jika seorang pemimpin tersesat, maka kesesatannya itu akan berdampak kepada orang-orang yang sedang dipimpinnya. Jadi bayangkan jika seorang pemimpin bangsa atau seorang pemimpin umat yang tersesat tidak lagi mengikuti jalan Tuhan, betapa parah kesesatan yang akan ditimbulkannya kemudian kepada orang-orang di sekitarnya.

Hal ini juga yang diucapkan Tuhan kepada istri Yerobeam, bahwa karena dosa-dosa Yerobeam maka akan banyak bangsa Israel yang juga menjadi berdosa terhadap Tuhan. Oleh karena itu Tuhan pun juga akan menghajar dan menghukum bangsa Israel yang memilih untuk mengikuti jejak Yerobeam (ay. 15). Bahkan jika bangsa Israel tidak mau bertobat, Tuhan akan lepas tangan terhadap bangsa Israel karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam dan juga dilakukan oleh bangsa tersebut.

Nubuatan terhadap hukuman Tuhan bagi mereka yang jahat memang cukup sering ditemukan dalam Alkitab. Namun demikian, sangat jarang hukuman Tuhan tersebut menggunakan kata anjing sebagai lambang binatang yang najis. Sehingga jika Tuhan sampai berfirman bahwa mereka yang mati di kota akan dimakain anjing, berarti itu adalah suatu warning yang sangat keras bagi orang Israel yang berdosa. Diharapkan mereka dapat bertobat sehingga tidak sampai mengalami nubuatan tersebut. Ingat bahwa Tuhan adalah Tuhan yang setia dan adil. Mereka yang berdosa dan hidup jahat pasti akan menerima hukuman Tuhan. Namun jika kita mau sungguh-sungguh bertobat maka Tuhan akan melalukan hukuman tersebut atas hidup kita.



Bacaan Alkitab: 1 Raja-Raja 14:1-16
14:1 Pada waktu itu Abia, anak Yerobeam, jatuh sakit.
14:2 Lalu Yerobeam berkata kepada isterinya: "Berkemaslah! Menyamarlah, supaya jangan diketahui orang, bahwa engkau isteri Yerobeam, dan pergilah ke Silo. Bukankah di sana tinggal nabi Ahia! Dialah yang telah mengatakan tentang aku, bahwa aku akan menjadi raja atas bangsa ini.
14:3 Bawalah sepuluh roti, kue kismis, dan sebuli-buli air madu, dan pergilah kepadanya. Dia akan memberitahukan kepadamu, apa yang akan terjadi dengan anak ini."
14:4 Isteri Yerobeam berbuat demikian. Ia berkemas, pergi ke Silo dan masuk ke rumah Ahia. Ahia tidak dapat melihat lagi, sebab matanya sudah kabur karena ia sudah tua.
14:5 Tetapi TUHAN telah berfirman kepada Ahia: "Bahwasanya isteri Yerobeam datang untuk menanyakan kepadamu perihal anaknya, sebab anak itu sedang sakit. Begini-begini harus kaukatakan kepadanya." Ketika perempuan itu masuk, berbuatlah ia seolah-olah ia orang lain.
14:6 Tetapi segera sesudah Ahia mendengar bunyi langkah perempuan itu, sementara melangkah masuk pintu, berkatalah ia: "Masuklah, hai isteri Yerobeam! Mengapakah engkau berbuat seolah-olah engkau orang lain? Aku disuruh menyampaikan pesan yang keras kepadamu.
14:7 Pergilah, katakan kepada Yerobeam: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Aku telah meninggikan engkau dari tengah-tengah bangsa itu, dan mengangkat engkau menjadi raja atas umat-Ku Israel;
14:8 Aku telah mengoyakkan kerajaan dari keluarga Daud dan memberikannya kepadamu, tetapi engkau tidak seperti hamba-Ku Daud yang tetap mentaati segala perintah-Ku dan mengikuti Aku dengan segenap hatinya dan hanya melakukan apa yang benar di mata-Ku.
14:9 Sebab engkau telah melakukan perbuatan jahat lebih dari semua orang yang mendahului engkau dan telah membuat bagimu allah lain dan patung-patung tuangan, sehingga engkau menimbulkan sakit hati-Ku, bahkan engkau telah membelakangi Aku.
14:10 Maka Aku akan mendatangkan malapetaka kepada keluarga Yerobeam. Aku akan melenyapkan dari pada Yerobeam setiap orang laki-laki, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan menyapu keluarga Yerobeam seperti orang menyapu tahi sampai habis.
14:11 Setiap orang dari pada Yerobeam yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung yang di udara. Sebab TUHAN telah mengatakannya.
14:12 Tetapi bangunlah dan pulang ke rumahmu. Pada saat kakimu melangkah masuk kota, anak itu akan mati.
14:13 Seluruh Israel akan meratapi dia dan menguburkan dia, sebab hanya dialah dari pada keluarga Yerobeam yang akan mendapat kubur, sebab di antara keluarga Yerobeam hanya padanyalah terdapat sesuatu yang baik di mata TUHAN, Allah Israel.
14:14 Dan TUHAN akan membangkitkan bagi-Nya seorang raja atas Israel yang akan melenyapkan keluarga Yerobeam -- seperti kenyataan sekarang ini.
14:15 Kemudian TUHAN akan menghajar orang Israel, sehingga tergoyah-goyah seperti gelagah di air dan Ia akan menyentakkan mereka dari pada tanah yang baik ini yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka; Ia akan menyerakkan mereka ke seberang sungai Efrat sana, oleh karena mereka telah membuat tiang-tiang berhala mereka dan dengan demikian menyakiti hati TUHAN.
14:16 Ia akan lepas tangan terhadap orang Israel oleh karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam dan yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula."

Kamis, 26 Oktober 2017

Anjing dan Babi dalam Alkitab (10): Ibarat Seekor Anjing Mati (3)



Senin, 30 Oktober 2017
Bacaan Alkitab: 2 Samuel 16:5-14
Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya." (2 Sam 16:9)


Anjing dan Babi dalam Alkitab (10): Ibarat Seekor Anjing Mati (3)


Istilah “anjing mati” sepertinya cukup populer di masa Daud hidup. Setidaknya 3 kali istilah tersebut muncul di dalam Alkitab dan ketiga-tiganya muncul di zaman Daud. Peristiwa yang ketiga ini terjadi ketika raja Daud dan orang-orang yang loyal kepadanya sedang mengungsi meninggalkan istana dan kota Yerusalem untuk menghindari konflik dengan Absalom, anak raja Daud yang melakukan kudeta terhadap tahta raja. Dalam perjalanannya tersebut, raja Daud dan rombongannya telah sampai ke daerah Bahurim, dimana di sana keluarlah salah seorang dari kaum keluarga Saul yang bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja Daud, ia terus-menerus mengutuk raja (ay. 5).

Tidak hanya mengutuk, tetapi Simei juga melempari Daud dan para pegawainya dengan batu, meskipun segenap tentara dan pahlawan berjalan di kiri dan kanan raja (ay. 6). Kita tidak tahu seberapa besar batu yang dilempar Simei yang ditujukan kepada raja Daud, apakah cukup besar ataukah sekecil kerikil yang ada di sepanjang jalan. Tetapi kecil kemungkinan raja Daud terkena lemparan batu tersebut karena pasukan yang ada di sekeliling raja dengan baju zirah yang lengkap. Tetapi yang lebih menyakitkan dibandingkan lemparan batu tersebut adalah ucapan Simei yang mengutuk Daud dengan ucapan: “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.” (ay. 7-8). Ucapan tersebut pastilah sangat menyakitkan apalagi diucapkan oleh rakyat biasa dan langsung didengar oleh telinga raja Daud sendiri. 

Alkitab bahkan mencatat bahwa ucapan dan tindakan Simei tersebut sangat mengganggu orang lain, yaitu mereka yang ada di sekitar raja Daud. Abisai, yang adalah salah seorang pemimpin pasukan berkata kepada raja, “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.” (ay. 9). Abisai menggunakan juga istilah “anjing mati” ini untuk menunjukkan betapa tidak berharganya nyawa Simei. Jika raja Daud mengizinkannya, Abisai akan langsung menyerang Simei dan membunuhnya dengan mudah. Namun demikian, Daud melarang Abisai untuk membunuh Simei karena siapa tahu Tuhanlah yang telah berfirman kepada Simei untuk mengutuki dirinya (ay. 10).

Daud juga berkata bahwa jika anak kandungnya sendiri saja ingin mencabut nyawanya dan ia memilih untuk lari mengungsi dari Yerusalem, maka mengapa ia harus mempersoalkan ucapan kutuk dan lemparan batu Simei? Bukankah pemberontakan anak kandungnya sendiri sudah cukup membuat Daud merasa sedih hatinya? Dalam pikiran Daud, ia hanya berharap bahwa Tuhan memperhatikan kesusahannya dan membalas kutukan Simei dengan hal yang baik. Daud menyadari bahwa pembalasan bukanlah haknya, melainkan hak Tuhan. Oleh karena itu, Daud memilih untuk diam dan tidak membalas, serta menyerahkan pembalasan itu kepada Tuhan. 

Alkitab mencatat bahwa sepanjang perjalanan raja Daud dan orang-orangnya menuju ke Yordan, Simei senantiasa mengikuti rombongan raja Daud sambil terus-menerus mengutuki raja, melempari batu dan menimbulkan debu (ay. 13-14). Namun demikian sepanjang jalan itu pula Daud tetap diam dan memerintahkan orang-orangnya untuk tidak mengambil tindakan terhadap Simei. Dengan hal ini, Daud membiarkan dirinya dihina orang meskipun ucapan kutuk Simei juga tidak sepenuhnya benar (karena Daud sebenarnya tidak menumpahkan darah terhadap Saul, meskipun bisa dikatakan bahwa sepanjang hidupnya, ada banyak darah yang tertumpah oleh dirinya, termasuk darah Uria, suami Batsyeba). Di situ Daud menyadari bahwa bukan Simei yang adalah anjing mati, tetapi justru dirinya sendiri yang adalah anjing mati. Daud sadar bahwa posisinya berada dalam kesesakan karena pemberontakan Absalom, anaknya sendiri. Namun Daud tahu bahwa saat itu, di masa tuanya, ia sedang diajar Tuhan untuk berdiam dan tidak membalas ucapan kutuk Simei.

Istilah “anjing mati” merujuk kepada seseorang yang dipandang tidak berharga dan dianggap najis. Abisai menganggap Simei sebagai seekor anjing mati. Sementara Daud yang lebih dahulu menggunakan istilah tersebut kepada dirinya di hadapan Saul, justru memposisikan dirinya sendiri sebagai anjing mati itu sendiri. Oleh karena itu, Daud sama sekali tidak mau melakukan tindakan terhadap Simei. Ia memilih diam. Diam di sini bukan berarti tidak berani atau tidak peduli, tetapi ia memilih diam supaya tidak melakukan kesalahan lebih lanjut dan juga untuk tidak menimbulkan masalah baru. Pada akhirnya, Alkitab mencatat bahwa Simei juga mati akibat kesalahannya sendiri, tetapi Alkitab membuktikan bahwa ucapan Simei tidak berdasar, karena Daud tidak pernah dan tidak mau menumpahkan darah keluarga Saul dengan tangannya sendiri atau atas perintah raja Daud sendiri.   



Bacaan Alkitab: 2 Samuel 16:5-14
16:5 Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
16:6 Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.
16:7 Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: "Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!
16:8 TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah."
16:9 Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya."
16:10 Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
16:11 Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.
16:12 Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."
16:13 Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu.
16:14 Dengan lelah sampailah raja dan seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia ke Yordan, lalu mereka beristirahat di sana.