Selasa, 14 Januari 2013
Bacaan Alkitab: Yosua 1:7-8
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab
Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak
hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian
perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yos 1:8)
Selalu Beruntung
Mungkin kita pernah membaca komik Donal
Bebek. Dalam komik tersebut, ada satu tokoh yang bernama Untung Bebek.
Singkatnya, si Untung Bebek sesuai dengan namanya memang selalu beruntung alias
hoki dalam hidupnya. Ia tidak pernah mengalami kesialan dan selalu beruntung,
sedangkan si Donal Bebek justru lebih sering ketiban sial ketika bersama-sama
dengan si Untung. Memang si Untung Bebek ini hanya ada di komik, tetapi setelah
saya renungkan, mungkinkah kita bisa menjadi beruntung di dunia ini?
Saya mencari dalam Alkitab, dan menemukan
sejumlah ayat mengenai keberuntungan, tentang bagaimana kita dapat menjadi
orang yang beruntung. Saya percaya ayat-ayat Alkitab yang saya kutip hari ini
akan dapat membuat kita beruntung, asalkan kita mau melakukan syarat-syaratnya,
yaitu sebagai berikut:
Pertama, kita perlu menguatkan dan meneguhkan
hati kita dengan sungguh-sungguh (ay. 7a). Menguatkan dan meneguhkan hati ini
tidaklah mudah. Kita perlu mengarahkan hati kita kepada Tuhan dengan
sungguh-sungguh dan dengan segenap hati, karena jika kita mau jujur, hanya
Tuhanlah yang dapat menguatkan hati kita. Oleh karena itu, cara satu-satunya
agar kita memiliki hati yang kuat dan teguh adalah dengan mengarahkan dan
memautkan hati kita kepada Tuhan.
Kedua, kita pun perlu bertindak hati-hati
sesuai dengan Firman Tuhan (ay. 7b & 8c). Kita sebagai orang Kristen
mungkin sudah sangat sering mendengar khotbah Firman Tuhan. Akan tetapi
pernahkah kita mempertimbangkan Firman Tuhan sebelum kita bertindak? Misal saja
ketika kita mendengar Firman “Jangan mencuri”, apakah kita mau taat kepada
Firman tersebut? Atau kita justru tetap melakukan pencurian atau korupsi? Bertindaklah
hati-hati, dalam artian mempertimbangkan segala sesuatu sebelum kita bertindak.
Ketiga, kita pun perlu mengikuti jalan Tuhan
dan tidak menyimpang ke kanan ataupun ke kiri dari apa yang dikatakan Firman
Tuhan (ay. 7c). Firman Tuhan memang pada umumnya menyatakan dengan jelas mana
yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sudahkah kita taat
terhadap Firman Tuhan tersebut, atau justru kita suka menyimpang sedikit demi
sedikit dari garis yang telah ditetapkan Firman Tuhan, dan lambat laun tanpa
kita sadari, kita sudah berada sangat jauh dari jalan Tuhan.
Keempat, kita perlu sering memperkatakan Firman
Tuhan (ay. 8a). Memperkatakan Firman Tuhan dapat diartikan secara harafiah
yaitu sering mengucapkan Firman Tuhan dengan mulut kita, sehingga lambat laun
kita senantiasa ingat dengan Firman Tuhan (sebagaimana cara menghafal anak SD
pada umumnya), tetapi di sisi lain memperkatakan Firman Tuhan juga dapat diartikan
yaitu senantiasa menyampaikan dan membagikan Firman kepada orang lain, sehingga
selain diri kita yang diingatkan tentang Firman Tuhan, orang lain pun juga
mendapatkan berkat Tuhan dari Firman yang kita sampaikan.
Kelima, kita pun perlu merenungkan Firman
Tuhan siang dan malam alias setiap saat (ay. 8b). Jangan kita terlena dengan
kesibukan kita sehingga jangankan siang dan malam, setiap pagi saja kita lupa membaca
dan merenungkan Firman Tuhan tersebut. Ingatlah bahwa Firman Tuhan adalah jalan
kehidupan, dan kita sungguh membutuhkan Firman Tuhan setiap saat untuk menuntun
kehidupan kita.
Jika kita mau melakukan kelima syarat di
atas, maka Tuhan berjanji bahwa perjalanan kita akan berhasil dan beruntung,
kemanapun kita pergi (ay. 7d dan 8c). Janji Tuhan ini tetap berlaku baik dahulu
maupun saat ini dan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, jika kita mau
hidup kita beruntung, maka kita pun perlu melakukan hal tersebut.
Jujur saja, saya pun masih belum mencapat
taraf tersebut. Banyak momen di kehidupan saya yang saya lewati dengan
ketidakberuntungan. Banyak saat dimana saya merasa seakan-akan salah mengambil
keputusan dan akibatnya banyak waktu dan uang yang terbuang dengan percuma.
Bahkan ketika saya menulis renungan ini bisa dibilang saya sedang salah
mengambil keputusan karena ketika saya sedang di bandara, saya dihadapkan pada
2 pilihan, maskapai yang murah tetapi sering delay atau maskapai yang agak mahal tetapi lebih terjamin ketepatan
waktunya. Saya pun memilih maskapai yang agak mahal walaupun jamnya agak lebih
belakangan, dan ternyata saya salah memilih karena maskapai yang biasanya
sering delay justru saat ini bisa
dibilang tepat waktu (hanya delay
beberapa menit saja).
Mungkin ada di antara kita yang sering merasa
salah mengambil keputusan dalam hidup kita. Apa yang kita pikir adalah keputusan
yang benart dan tepat, sering kali justru ternyata kurang tepat. Saya sendiri
juga pernah mengalami hal tersebut, dalam 1 hari ternyata keputusan yang saya
ambil selalu kurang tepat. Ternyata saya juga sedang ditegur Tuhan karena lalai
melakukan Firman Tuhan dalam kedua ayat bacaan kita hari ini. Jangan melakukan
kesalahan yang sama seperti yang pernah saya lakukan. Saya mengingatkan kita
semua agar kita sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan sehingga kita semua
menjadi orang yang beruntung, karena Firman Tuhan sendiri yang menyatakannya.
Tuhan ingin kita semua menjadi orang-orang yang beruntung, tetapi bukan
beruntung karena garis tangan, melainkan karena tangan Tuhan yang membuat kita
beruntung.
Bacaan Alkitab: Yosua 1:7-8
1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu
dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang
telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan
atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab
Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak
hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian
perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.