Jumat, 21 Oktober 2016

Status Manusia sebagai Anak Allah dalam Perjanjian Baru (Bagian 4)



Sabtu, 22 Oktober 2016
Bacaan Alkitab: Lukas 20:34-38
Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. (Luk 20:36)


Status Manusia sebagai Anak Allah dalam Perjanjian Baru (Bagian 4)


Cukup menarik bahwa Tuhan Yesus juga menyebut istilah “anak-anak Allah” ketika Ia sedang bersoal jawab dengan orang-orang Saduki yang mencoba mencobainya. Pada waktu itu orang Saduki bertanya jika ada seorang wanita yang memiliki 7 suami selama di dunia ini, maka siapa yang akan menjadi suaminya pada hari kebangkitan. Ini adalah pertanyaan jebakan yang ditujukan untuk menjebak Tuhan Yesus Kristus.

Namun demikian, Tuhan Yesus menjawab dengan sangat baik, yaitu bahwa orang dunia ini kawin dan dikawinkan (ay. 34), tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia lain (langit baru dan bumi baru) dan dalam kebangkitan dari antar aorang mati, mereka tidak kawin dan dikawinkan (ay. 35). Ada suatu kebenaran yang luar biasa yaitu bahwa mereka yang dilayakkan untuk masuk ke dalam langit baru dan bumi baru dianggap sama seperti malaikat yang tidak dapat mati lagi (ay. 36a) Tentu saja, ini adalah suatu pengharapan yang luar biasa, yaitu bahwa mereka yang layak masuk dunia yang akan datang tidak akan mengalami kematian lagi.

Di sisi lain, Tuhan Yesus juga menyebut bahwa mereka yang dilayakkan masuk ke dalam dunia yang akan datang adalah anak-anak Allah. Hal ini jelas menunjukkan suatu standar yang tinggi yaitu bahwa hanya mereka yang layak dan pantas disebut sebagai anak-anak Allah, merekalah yang berhak masuk dunia yang akan datang. Mereka yang disebut sebagai anak-anak Allah, merekalah yang akan dibangkitkan pada hari penghakiman (ay. 36b). Tentu saja hal ini harus dipandang bahwa kita harus benar-benar berkeadaan sebagai anak-anak Allah dan tidak hanya mengaku sebagai anak-anak Allah.

Di langit baru dan bumi baru nanti, kita akan bertemu dengan orang-orang saleh dalam Alkitab yang telah mati, namun dibangkitkan kembali untuk mendapat bagian dalam dunia yang akan datang. Mereka ini antara lain Abraham, Ishak, dan Yakub (ay. 37). Di hadapan Tuhan nanti (di dalam kekekalan Kerajaan Surga), maka semua orang yang berhak masuk dalam kerajaan tersebut adalah orang-orang yang hidup (ay. 38). Mereka inilah orang-orang yang berkeadaan seperti anak-anak Allah dan memantaskan diri untuk menjadi anak-anak Allah.

Jangan mudah menyimpulkan bahwa seseorang sudah otomatis menjadi anak-anak Allah ketika percaya kepada-Nya. Memang benar, secara status kita sudah menjadi anak-anak Allah. Namun status tersebut harus dikerjakan dengan takut dan gentar, hingga pada akhirnya ketika kita menghadap tahta pengadilan Allah, kita akan tetap diakui sebagai anak-anak Allah. Jangan “pede” bahwa kita sudah pasti berstatus sebagai anak-anak Allah. Bisa saja pada hari penghakiman terakhir, kita yang tidak benar-benar memperkarakan status sebagai anak-anak Allah, akan ditolak oleh Tuhan: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7:23).


Bacaan Alkitab: Lukas 20:34-38
20:34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
20:35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
20:37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.