Sabtu, 13 Januari 2018

Mazmur 73 (Ayat 22): Seperti Hewan di Dekat Tuhan



Senin, 15 Januari 2018
Bacaan Alkitab: Mazmur 73:22
Aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. (Mzm 73:22)


Mazmur 73 (Ayat 22): Seperti Hewan di Dekat Tuhan


Dalam pergumulannya yang telah dituliskan dalam pasal ini mulai dari ayat 1 hingga ayat ini, Asaf menulis bahwa ternyata selama ini ia dungu dan tidak mengerti (ay. 22a). Kata “dungu” dalam bahasa aslinya adalah בָּ֫עַר (baar). Kata baar sendiri cukup jarang digunakan di dalam Alkitab, tercatat hanya 4 kali ada di dalam Alkitab. Dari sisi makna, kata baar dapat berarti brutishness (kasar, tidak berperikemanusiaan, brutal seperti hewan) , senseless (bodoh, tidak berperasaan, tidak berpengertian), foolish (bodoh, bebal), stupidity (kebodohan). Jadi dengan menggunakan kata baar ini, Asaf hendak menunjukkan bahwa ia begitu bodoh, bahkan mungkin bersifat brutishness, dari kata dasar brute (brutal), yang menunjukkan sifat hewan dan bukan sifat manusia.

Lebih lanjut, kata “tidak mengerti” dalam bahasa aslinya terdiri dari 2 kata yaitu kata לֹא (lo) dan kata יָדַע (yada). Kata lo bermakna tidak sementara kata yada sebagaimana kita telah bahas di dalam renungan-renungan sebelumnya adalah mengenal hingga tahu pasti, dengan pengalaman. Jadi gabungan kata lo dan yada di sini merujuk pada kondisi Asaf yang memang tidak (atau belum) tahu, tidak mengenal, tidak mengerti, tidak berpengalaman. Ini menunjuk kepada kondisi Asaf yang memang sangat bodoh dibandingkan dengan Tuhan, karena pikiran Tuhan begitu luas dan besar, nyaris tak terselami oleh pikiran manusia.

Lebih lanjut, Asaf menulis bahwa ia seperti hewan di dekat Tuhan (ay. 22b), Kata “hewan” dalam bahasa aslinya adalah בְּ֝הֵמ֗וֹת (bə·hê·mō·wṯ) dari akar kata בְּהֵמָה (behemah). Kata behemah sendiri dapat diterjemahkan sebagai animal (hewan, binatang), beast/wild beast (binatang, binatang liar, binatang buas), cattle (hewan ternak), llivestock/domestic animals (ternak, binatang jinak). Jadi Asaf memposisikan dirinya sebagai hewan atau binatang di hadapan Tuhan. Ibarat hewan yang tidak berpengertian, ibarat hewan yang inferior bagi manusia, demikianlah Asaf memposisikan dirinya di hadapan Tuhan.

Kata “di dekat-Mu” dalam bahasa aslinya sebenarnya terdapat 2 kata yaitu הָיִ֥יתִי (hā·yî·ṯî) dari akar kata הָיָה (hayah) dan עִמָּֽךְ (‘im·māḵ) dari akar kata עִם (im). Kata hayah sendiri dapat berarti to be, become, come to pass, exist, happen, fall out (menjadi, ada, terjadi, ternyata). Sementara kata im sendiri dapat berarti with, against, toward, as long as, beside (dengan, terhadap, selama, di samping, di sebelah). Jadi Asaf di sini ibarat menjadi hewan ketika ia ada di samping atau di dekat Tuhan. Ia masih berjuang untuk dapat mengerti jalan-jalan Tuhan, dan sering kali ia tidak mengerti dan seperti orang dungu karena tidak mampu memahami jalan pikiran Tuhan.

Perlu diingat lagi bahwa Asaf hidup pada zaman Perjanjian Lama. Ia tidak memiliki keistimewaan seperti kita yang ada di Perjanjian Baru. Tetapi paling tidak ada satu hal positif yang dapat kita pelajari dari Asaf. Ia memilih tetap tinggal di dekat Tuhan sekalipun ia tidak mengerti. Ia tetap memilih jalan Tuhan sekalipun ia melihat jalan kefasikan yang menggiurkan. Ia tetap memilih kebenaran meskipun ada godaan dosa dan kefasikan yang terlihat nikmat. Ia memilih apa yang benar meskipun ia belum mengerti sepenuhnya. Ia tetap memilih Tuhan meskipun ia tidak melihat. Inilah gambaran iman yang ditunjukkan Asaf di masa Perjanjian Lama. Dan jika Asaf saja memilih untuk tetap mendekat kepada Tuhan (sekalipun ia belum mengerti benar), bukankah kita seharusnya harus lebih dekat kepada-Nya?




Bacaan Alkitab: Mazmur 73:22
73:22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.