Senin, 22 Januari 2018

Mazmur 73 (Ayat 27): Jauh dari Tuhan = Binasa



Selasa, 23 Januari 2018 
Bacaan Alkitab: Mazmur 73:27
Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau. (Mzm 73:27)


Mazmur 73 (Ayat 27): Jauh dari Tuhan = Binasa


Judul renungan kita hari ini sebenarnya adalah fakta. Lebih lagi, ini adalah fakta yang sudah diketahui oleh semua orang beragama, apapun agamanya. Semua orang beragama juga sudah tahu bahwa ketika umat jauh dari Tuhan, pasti mereka akan mengalami hal sulit, bahkan binasa. Tidak heran banyak umat beragama berjuang untuk hidup benar menurut agamanya, yaitu melakukan segala hukum yang diatur di dalam kitab suci mereka. Itu memang tidaklah salah. Akan tetapi, dalam konteks ayat ini kita perlu memahami arti beberapa kata dalam bahasa aslinya supaya tidak salah mengerti kebenaran Firman Tuhan.

Dalam bagian pertama ayat ini tertulis bahwa “Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa” (ay. 27a). Dalam bahasa aslinya, kata “siapa yang jauh” menggunakan kata רְחֵקֶ֣יךָ (rechekeicha) dari kata רָחֵק (racheq). Kata ini hanya 1 kali tercantum dalam Alkitab, yaitu di ayat ini. Kata ini dapat berarti removing, departing, remote, far (memindahkan, memisahkan, melepaskan, pergi, berangkat, meninggalkan, terpencil, jauh). Dari pengertian tersebut jelas bahwa kata “jauh” memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar perbedaan jarak, karena memuat pengertian adanya usaha untuk memisahkan, pergi, atau meninggalkan diri dari suatu tempat atau objek tertentu.

Jadi, kita dapat dikatakan jauh bukan hanya karena Tuhan di surga dan kita di bumi, tetapi karena manusia sendiri yang berinisiatif dan dengan sadar/sengaja pergi meninggalkan Tuhan. Tentu ketika ditanya, semua orang pasti akan berkata: “Kapan kami meninggalkan-Mu Tuhan? Bukankah kami setiap hari Minggu masih ke gereja, kami selalu berdoa sebelum makan, bahkan kami memasang salib di rumah dan memakai kalung salib setiap hari?”. Sebenarnya tidak mengikuti jalan kebenaran dan jalan Tuhan adalah suatu keputusan. Jalan kebenaran bukanlah jalan yang mudah dan nyaman. Jalan kebenaran penuh dengan penyangkalan diri dan memikul salib. Ini yang banyak orang Kristen tidak sadari karena mereka selama ini dikhotbahkan bahwa kalau ikut Tuhan maka hidup mereka akan enak.

Hal ini membuat banyak orang Kristen tidak bisa fight dalam mengiring Tuhan. Mereka hanya datang ke gereja karena ada maunya. Biasanya kemauan atau keinginan orang Kristen seperti ini tidak jauh-jauh dari berkat-berkat dunawi: harta semakin bertambah, tidak pernah kena sakit penyakit, tidak pernah kena celaka, dan lain sebagainya. Akibatnya tanpa disadari mereka semakin jauh meninggalkan jalan Tuhan. Padahal ayat ini dengan tegas dan jelas berkata bahwa semua orang yang jauh dari pada Tuhan akan binasa.

Kata “akan binasa” dalam bahasa aslinya adalah יֹאבֵ֑דוּ (yovedu atau yobedu) dari akar kata אָבַד (abad). Kata abad secara sederhana memilki pengertian to perish, die, be exterminated (binasa, mati, tewas, hilang, musnah). Kata abad ini juga dapat berarti vanish, go astray, be destroyed, to blot out, to destroy (lenyap, hilang, tersesat, hancur, menghapus). Jadi orang-orang yang dengan sengaja pergi menjauh dari Tuhan dan kebenaran-Nya, maka mereka akan binasa, yaitu musnah. Mereka juga akan dilenyapkan dan dibiarkan terhilang dari hadapan Allah selamanya. Bahkan Allah tidak akan segan-segan menghapus mereka, khususnya dari kitab kehidupan (Why 3:5).

Dalam bagian kedua ayat ini tertulis kalimat: “Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau” (ay. 27b). Kata “Kaubinasakan” dalam bahasa aslinya menggunakan kata הִ֝צְמַ֗תָּה (hitzmattah) dari akar kata צָמַת (tsamath). Kata tsamath sendiri memiliki makna to put an end to, exterminate, destroy, extirpate, annihilate (mengakhiri, menghentikan, memusnahkan, membinasakan, menghancurkan, melenyapkan, memusnahkan sampai habis, memusnahkan sama sekali). Menurut pendapat saya pribadi, kata tsamath ini jauh lebih hebat maknanya dibandingkan kata abad, karena terdapat unsur sampai habis sama sekali. Dari sisi bahasa inggrisnya saja penggunaan kata tsamath ini menggunakan kata estirpate atau annihilate yang menunjukkan tingkatan yang lebih dalam daripada hanya sekedar to die atau to destroy.

Sementara itu kata “berzinah dengan meninggalkan Engkau” dalam bahasa aslinya adalah זוֹנֶ֥ה (zoneh) dari akar kata זָנָה (zanah). Saya sendiri yakin bahwa kata zinah dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari kata zina(h) dari bahasa Arab) awalnya berasal dari kata zanah dalam bahasa Ibrani. Kata zanah memiliki pengertian to commit fornication, be a harlot, to commit adultery, to be a cult prostitute, to be unfaithful.

Sebelum menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang harus kita lihat yaitu fornication dan adultery. Fornication merujuk pada sexual intercourse between people not married to each other (hubungan seksual antara 2 orang yang belum menikah), sementara adultery merujuk pada voluntary sexual intercourse between a married person and a person who is not his or her spouse (hubungan seksual yang dilakukan secara sukarela/tanpa paksaan antara seorang yang sudah menikah dan orang lain yang bukan pasangannya).

Jadi makna kata zanah di atas dapat diterjemahkan sebagai: “melakukan fornication atau adultery, menjadi pelacur/perempuan jalang, menjadi pelacur atas dasar agama (seperti agama-agama di Yunani dan di beberapa kebudayaan lain), berlaku serong/tidak setia. Tentu makna kata zanah dalam ayat ini lebih merujuk kepada sikap tidak setia manusia terhadap Tuhan. Konteks ketidaksetiaan dalam ayat ini sebenarnya merujuk pada sikap bangsa Israel yang tidak setia terhadap Tuhan dengan menyembah dewa-dewa dari bangsa lain.

Tetapi harus kita akui bahwa sebenarnya makna ketidaksetiaan itu jauh lebih dalam daripada itu, apalagi bagi umat Perjanjian Baru. Ketidaksetiaan di sini dapat merujuk dimana kita tidak menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan kita, atau dengan kata lain kita masih dapat disenangkan dengan hal-hal atau objek lain. Hal lain di sini bisa berupa harta, kekayaan, kedudukan, kekuasaan, barang bermerek (branded), dan lain sebagainya. Bahkan dalam level tertentu, pelayanan bisa menjadi bumerang ketika kita lebih bisa disukakan oleh pelayanan daripada Tuhan (karena pelayanan di gereja belum tentu adalah pelayanan kepada Tuhan, tergantung pada sikap hatinya).

Jika di bagian pertama disebutkan bahwa mereka yang jauh dari Tuhan (racheq) akan binasa (abad), maka di bagian kedua ini hukuman Tuhan digambarkan lebih dahsyat, karena dosanya juga lebih dahsyat. Dikatakan bahwa mereka yang berzinah (bahkan dalam Alkitab Bahasa Indonesia ditambahkan kata-kata “yang meninggalkan Engkau” untuk menunjukkan bahwa manusia tersebutlah yang memang dengan sengaja meninggalkan atau menjauhi Tuhan) akan dibinasakan (tsamath). Betapa berbahayanya orang-orang yang sedang meninggalkan atau menjauhi Tuhan, mereka akan menuai kebinasaan pada akhirnya.



Bacaan Alkitab: Mazmur 73:27
73:27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.