Sabtu, 07 April 2012

Makna Kebangkitan Kristus


Senin, 9 April 2012
Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15:12-19
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1 Kor 15:14)


Makna Kebangkitan Kristus


Kemarin kita merayakan hari Paskah, sebagai hari ketika Yesus bangkit dari kematian. Dengan kebangkitan Tuhan Yesus, maka semua penderitaan dan kematian Yesus menjadi sempurna, karena jika Yesus tidak bangkit, maka kematian Yesus hanya menjadi kematian yang biasa saja, dan tidak akan ada faedahnya bagi kita. Tanpa kebangkitanNya dari antara orang mati, maka Yesus tidak ada bedanya dengan para nabi.

Pada saat surat ini ditulis oleh Paulus, ada banyak ajaran-ajaran yang mencoba untuk mengaburkan kematian dan juga kebangkitan Yesus sehingga menyesatkan para jemaat. Ada ajaran yang mengatakan bahwa pada saat Yesus disalib, Allah tidak tega dan akhirnya menggantikan posisi Yesus dengan Yudas Iskariot. Ada pula ajaran yang mengatakan bahwa sebenarnya Yesus mati, namun murid-murid Yesus mencuri mayat Yesus sehingga seakan-akan Yesus bangkit (Mat 28:11-15). Tetapi Paulus dengan tegas mengatakan bahwa Yesus telah mati dan dibangkitkan sesuai dengan kitab suci (1 Kor 15:3-4).

Itulah inti dari pengajaran yang hendak Paulus sampaikan dalam bacaan kita hari ini. Paulus di awal menekankan bahwa ada kebangkitan orang mati (ay. 12). Hal ini penting karena jika seseorang tidak percaya tentang kebangkitan orang mati, maka ia juga tidak akan percaya bahwa Kristus juga bangkit dari antara orang mati (ay. 13 & 16). Itulah mengapa salah satu poin dalam pengakuan iman rasuli adalah “kebangkitan orang mati” atau di beberapa versi disebutkan sebagai “kebangkitan tubuh” atau “kebangkitan daging”. Mengapa hal ini penting? Karena seluruh kehidupan Yesus, sejak kelahiranNya, pelayananNya, penderitaanNya, kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya ke surga,  serta nanti kedatanganNya kembali ke dunia ini untuk kedua kali, merupakan satu alur yang tidak dapat dipisahkan bagian per bagiannya. Kelahiran Yesus tanpa pelayananNya akan menjadi sia-sia. PelayananNya tanpa penderitaanNya juga akan menjadi sia-sia. PenderitaanNYa tanpa kematianNya juga akan menjadi sia-sia. KematianNya tanpa kebangkitanNya juga akan menjadi sia-sia (ay. 14). KebangkitanNya tanpa kenaikanNya ke surga juga akan sia-sia. Terakhir, kenaikanNya tanpa kedatanganNya kembali juga akan menjadi sia-sia belaka.

Dalam Alkitab sudah cukup banyak dituliskan tentang orang mati yang dibangkitkan. Nabi Elisa pernah membangkitkan anak yang sudah mati (2 Raj 4:32-35). Petrus pernah membangkitkan Dorkas yang sudah mati (Kis 9:37-41). Paulus pernah membangkitkan Euthikus yang mati karena jatuh dari tingkat tiga (Kis 20:9-12). Yesus sendiri pernah tiga kali membangkitkan orang mati, yaitu anak kepala rumah ibadat (Mat 9:18-26), anak muda di Nain (Luk 7:11-17), serta Lazarus (Yoh 11:39-44). Jika dalam Perjanjian Lama maupun Baru juga tertulis tentang kisah kebangkitan orang mati, bagaimana mungkin kita juga tidak percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati? Jika Yesus tidak bangkit dari antara orang mati, maka Paulus dan juga semua penginjil dan semua hamba Tuhan akan menjadi seorang pendusta (ay. 15), segala iman dan kepercayaan kita adalah sia-sia (ay. 17), dan semua orang akan menjadi binasa (ay. 18).

Kebangkitan Yesus menunjukkan kemenanganNya atas maut, sehingga kita bisa berkata “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Kor 15:15). Kebangkitan Yesus membuat segala penderitaan dan kematianNya menjadi sempurna. Memang Yesus telah mati dengan menanggung seluruh dosa-dosa dan kutuk yang seharusnya kita terima, tetapi kebangkitanNya menyempurnakan sehingga sama seperti kita yang percaya kepada Yesus menjadi satu dalam kematianNya, kita juga menjadi satu dalam kebangkitanNya (Rm 6:5). Dengan kita menjadi satu dalam kebangkitanNya, maka setiap orang yang percaya kepada Yesus akan hidup, karena Yesus adalah kebangkitan dan hidup (Yoh 11:25), dan maut tidak akan lagi berkuasa dalam hidup kita (Rm 6:9). Ketika kita mengenal dia dan menjadi satu dalam kematian dan kebangkitanNya, maka kita pun juga akan memperoleh kebangkitan dari antara orang mati (Flp 3:10-11). Oleh karena itu, dalam kehidupan kita, kita tidak boleh hanya memikirkan perkara-perkara duniawi saja. Iman dan pengharapan kita kepada Kristus tidak boleh hanya terbatas pada berkat-berkat duniawi, harta benda dan rejeki di dunia ini saja. Jika demikian, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (ay. 19). Mengapa demikian? Karena Yesus adalah Tuhan yang berkuasa di bumi dan di surga (Mat 28:18), dan karena kita hidup tidak hanya untuk di bumi saja, tetapi juga kehidupan kekal setelah kita nanti mati, maka kita pun perlu mempersiapkan diri kita untuk perkara-perkara surgawi. Kita harus menaruh iman dan pengharapan kita kepada Kristus untuk hidup di dunia ini dan hidup di surga nanti. Karena kebangkitan Kristus telah membuat kita juga memiliki kebangkitan dan kehidupan kekal di surga kelak, maka sudah seharusnya kita menyenangkan hati Tuhan dan mengumpulkan harta di surga (Mat 6:20).


Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15:12-19
15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.