Senin, 16 April 2012

Membalas Kejahatan dengan Kebaikan


Rabu, 18 April 2012
Bacaan Alkitab: Roma 12:17-21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12:21)


Membalas Kejahatan dengan Kebaikan


Saya rasa, salah satu ayat Alkitab yang paling sulit untuk kita lakukan adalah ayat-ayat yang terdapat dalam bacaan Alkitab kita hari ini. Isteri saya misalnya, pernah mengalami kondisi dimana ia telah menerima perlakuan yang jahat dari orang lain, dan menurut pendapat saya, ia sangat memiliki hak untuk membalas perlakuan jahat tersebut dengan perlakuan yang setara. Tetapi apa yang membuat saya salut dengan isteri saya adalah ia tidak membalas kejahatan tersebut dengan kejahatan, tetapi justru menabur kebaikan kepada orang tersebut. Padahal, menurut saya, apa yang isteri saya lakukan ini tidaklah mudah. Saya tahu pergumulan di dalam hatinya yang begitu berat untuk melepaskan pengampunan kepada orang tersebut.

Firman Tuhan berkata agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (ay. 17a). Mengapa demikian? Bukankah kita juga punya hak untuk membalas kejahatan dengan kejahatan? Memang benar, tetapi Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan, bahwa Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena jika Ia membalas kejahatan dengan kejahatan, maka Ia tidak akan mati di kayu salib, dan tidak akan ada penebusan dosa bagi manusia, tidak ada keselamatan di dalam namaNya. Tuhan ingin agar sedapat mungkin kita hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ay. 18), dan melakukan apa yang baik bagi semua orang (ay. 17b). Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9). Kita sendiri sering mengaku bahwa kita adalah anak-anak Allah, tetapi apakah kita sudah benar-benar membawa damai?

Walaupun demikian, sebesar apapun usaha kita untuk hidup damai dengan semua orang, pasti ada saja orang-orang yang memang tidak ingin hidup damai dengan orang lain, termasuk kita. Mereka memang adalah orang-orang yang jahat, yang memuaskan hawa nafsu mereka dengan melakukan kejahatan, terutama kepada orang-orang percaya. Menghadapai orang-orang seperti ini, apakah yang harus kita lakukan? Firman Tuhan memerintahkan kita untuk tetap tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mengapa demikian? Kata kuncinya terletak pada kata “Membalas”. Pembalasan adalah hak Tuhan (ay. 19), dan ketika kita melakukan pembalasan, maka sebenarnya kita sedang menduduki posisi Allah, kita sedang menggeser posisi Allah dari posisiNya yang seharusnya.

Oleh karena itu, justru kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan. Salah satu contoh praktisnya adalah memberi musuh kita makanan ketika ia lapar, dan memberi musuh kita minuman ketika ia haus (ay. 20). Dengan berbuat demikian, kita menumpukkan bara api di atas kepalanya. Apa maksud dari kalimat ini? Menurut pendapat saya, kita menumpuk kasih di atas musuh kita tersebut. Kita tentu berharap bahwa ia dapat melihat kasih kita dan akhirnya mengenal juga tentang kasih Kristus yang luar biasa. Tetapi andaikata ia tidak dapat melihat kasih tersebut, maka adalah hak Tuhan untuk melakukan pembalasan kepada musuh kita tersebut.

Kita tidak boleh kompromi terhadap kejahatan, tetapi kita juga tidak boleh kalah terhadap kejahatan. Jika orang dunia berprinsip bahwa kita harus mengalahkan kejahatan dengan kejahatan juga, maka kita harus bertindak sebaliknya, yaitu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Dan hanya Tuhan saja yang mampu membuat kita melakukan hal tersebut. Adakah kita saat ini sedang menerima kejahatan dari orang lain? Serahkanlah segala sesuatunya kepada Tuhan, sementara kita tetap berbuat kebaikan. Pada saatnya nanti Tuhan pasti akan membalas kepada orang itu dan kepada kita, menurut apa yang kita lakukan.


Bacaan Alkitab: Roma 12:17-21
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.