Sabtu, 22 Oktober 2011

Bepegang pada Firman Tuhan dalam Kesesakan

Kamis, 20 Oktober 2011

Bacaan Alkitab: Mazmur 119:145-150

“Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.” (Mzm 119:147)


Berpegang pada Firman Tuhan dalam Kesesakan


Pernahkah kita mengalami suatu masalah atau pergumulan yang begitu berat, sampai-sampai kita benar-benar habis akal dan tidak tahu harus berbuat apa? Pernahkah kita mengalami saat-saat sulit hingga kita berseru-seru kepada Tuhan untuk minta jalan keluar dari Tuhan karena kita benar-benar tidak tahu bagaimana dapat keluar dari persoalan tersebut? Pernahkah kita merasa begitu sedih hingga kita menangis seharian bahkan semalaman, dan bahkan air mata kita rasanya sudah habis tak tersisa?

Mungkin seperti itulah gambaran tentang apa yang dialami pemazmur dalam bacaan Kitab Suci kita kali ini. Ketika pemazmur sedang mengalami masa-masa sulit, yaitu berada di kondisi di mana banyak orang fasik yang mencoba untuk menjatuhkannya bahkan mengejarnya dengan maksud jahat (ay. 150), pemazmur berseru kepada Tuhan. Ia meminta jawaban dari Tuhan. Ia tidak meminta jawaban dari orang lain tetapi langsung kepada Tuhan yang berkuasa atas hidupnya untuk menyelamatkannya dari masalah tersebut (ay. 145-146).

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam bacaan kita kali ini, pemazmur tidak hanya berseru kepada Tuhan begitu saja, tetapi ia bahkan berseru kepada Tuhan pada waktu yang tak lazim, yaitu pada pagi-pagi buta (ay. 147). Pagi-pagi buta di sini menggambarkan suatu kondisi di mana matahari belum terbit, yang artinya pemazmur benar-benar habis-habisan minta tolong kepada Tuhan, walau mungkin ia harus mengorbankan waktu tidurnya. Bahkan sebelum pagi-pagi buta, pemazmur pun mau untuk bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-janji Tuhan. Inilah harga yang dibayar oleh pemazmur untuk dapat mendapatkan jawaban dan jalan keluar dari Tuhan.

Dalam menghadapi masalahnya, pemazmur tahu bahwa ia harus berseru kepada Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan yang sanggup menjawabnya dan menyelamatkannya. Darimana ia tahu? Tentunya ia tahu karena ia suka membaca Firman Tuhan. Dikatakan bahwa pemazmur selalu berpegang pada ketetapan dan peringatan Tuhan (ay. 145-146), serta suka merenungkan janji Tuhan (ay. 148). Pemazmur bahkan berani berperkara dengan Tuhan untuk menyelamatkannya (ay. 149), karena ia tahu hukum Tuhan, bahwa siapa yang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan oleh Tuhan (Mzm 91:15). Pemazmur berbeda dengan orang fasik, karena pemazmur selalu berpegang pada Firman Tuhan, sementara orang fasik justru semakin menjauh dari Firman Tuhan (ay. 150).

Bagaimana dengan kita? Berapa banyak dari kita saat menghadapi masalah justru menyerah begitu saja? Ketika ada masalah, kita bukannya semakin rajin membaca Firman Tuhan dan semakin rajin berseru kepada Tuhan, melainkan malah semakin malas ke Gereja, semakin malas membaca Firman Tuhan, bahkan semakin jauh dari Tuhan. Jika seperti itu, apa bedanya kita dengan orang fasik? Justru dalam masalah seberat apapun, kita harus semakin rela membayar harga. Jika perlu, kita harus lebih banyak berdoa, lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca Firman Tuhan, serta lebih banyak bersaat teduh. Jika perlu, kita harus meneladani apa yang pemazmur lakukan yaitu bangun pagi-pagi untuk berdoa dan minta tolong kepada Tuhan, bahkan bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan Firman Tuhan. Tuhan pasti akan menolong orang-orang yang berseru kepadanya siang dan malam (Luk 18:7).

Bacaan Alkitab: Mazmur 119:145-150

119:145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.

119:146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.

119:147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.

119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

119:149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu.

119:150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.