Jumat, 24 Februari 2017

Ciri Ahli Taurat dan Orang Farisi (11): Mengabaikan Hal Yang Terpenting

Minggu, 26 Februari 2017
Bacaan Alkitab: Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. (Mat 23:23)


Ciri Ahli Taurat dan Orang Farisi (11): Mengabaikan Hal Yang Terpenting


Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh kebanyakan orang adalah bagaimana memilih apa yang menjadi hal terpenting dalam hidup kita. Hidup ini dikelilingi oleh banyak pilihan, dan terkadang (atau justru seringkali) pilihan-pilihan itu membuat kita lupa tentang apa yang seharusnya menjadi hal yang terpenting dan justru mengabaikannya. Jika kita lupa dengan tidak sengaja, tentu hal itu masih dapat dimaklumi ketika kita mengabaikan hal-hal yang seharusnya penting. Akan tetapi jika seseorang sebenarnya tahu dan mengerti apa yang penting dan justru dengan sengaja dan sadar mengabaikannya, maka itu betul-betul adalah suatu kejahatan.

Hal inilah yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yaitu mereka yang berlaku munafik (ay. 23a). Dalam hal ini Yesus mengecam apa yang mereka lakukan karena mereka menjalankan Hukum Taurat dengan serinci-rincinya dan sedetail-detailnya tetapi justru mengabaikan apa yang penting. Dalam hal ini, Tuhan Yesus mengatakan bagaimana para ahli Taurat dan orang Farisi menjalankan bagian dari Hukum Taurat yaitu persepuluhan. Mereka sangat ketat mengikuti aturan persepuluhan sehingga mereka pun membayar persepuluhan dari selasih, adas manis, dan jintan, yaitu bumbu-bumbu dapur yang nilainya sangat kecil/tidak seberapa (ay. 23b). Memang Tuhan pun memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk mempersembahkan sepersepuluh dari hasil benih yang tumbuh di ladang mereka, tahun demi tahun (Ul 14:22). Dalam hal ini apa yang dilakukan para ahli Taurat dan orang Farisi secara hukum memang tidak salah, bahkan sangat rinci dan detail mengikuti hukum Taurat. Tetapi Tuhan Yesus mengkritik karena mereka lupa tentang apa yang terpenting.

Setiap perintah Tuhan (termasuk Hukum Taurat) memiliki makna yang indah di baliknya. Melalui perintah-perintah-Nya, Tuhan ingin mengajar umat-Nya supaya mereka boleh mengenal karakter Tuhan itu seperti apa. Dalam hal ini, jika umat Tuhan mampu mengenali karakter Tuhan dan menghidupi karakter itu dalam diri mereka, maka mereka akan menjadi umat-umat Tuhan yang berkualitas tinggi. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa ada 3 hal terpenting dalam hukum Taurat (dan itu juga adalah karakter Tuhan sendiri), yaitu: 1) keadilan; 2) belas kasihan; dan 3) kesetiaan (ay. 23c). Ini yang dilupakan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi, dimana mereka biasanya hanya mengejar keadilan semata. Oleh karena itu mereka sering protes ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang di hari sabat, ketika Tuhan Yesus makan bersama orang berdosa (yang mereka anggap adalah orang hina dan tidak patut dikasihani), ketika Tuhan Yesus tidak menghukum perempuan yang kedapatan berzinah, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, mungkin ada juga orang yang lebih menekankan tentang belas kasihan dan melupakan poin penting tentang keadilan dan kesetiaan. Orang seperti ini akan mengatakan bahwa Tuhan itu penuh kasih, Tuhan itu ingin semua orang selamat, Tuhan itu akan mengampuni semua dosa kita, dan lain sebagainya. Ya, memang semua hal itu benar, tetapi kita juga harus menjadi cerdas untuk juga dapat menempatkan belas kasihan Tuhan secara proporsional, karena juga ada karakter Tuhan yang lain yaitu keadilan-Nya dan kesetiaan-Nya. Orang yang sudah mengenal Tuhan dengan benar, yaitu keadilan-Nya, belas kasihan-Nya dan kesetiaan-Nya, juga akan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dengan proporsional juga. Orang yang sudah mengenal Tuhan dengan benar juga akan hidup dengan benar, tidak hanya condong kepada salah satu sisi, tetapi secara keseluruhan ia akan memiliki keadilan, belas kasihan, dan juga kesetiaan. Orang yang mengenal Tuhan dengan benar, tidak akan menjadi seperti para ahli Taurat dan orang Farisi, tetapi justru akan semakin menyerupai Tuhan Yesus.

Dalam hal ini, mari kita pegang prinsip yang dikatakan oleh Tuhan Yesus bahwa “yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan”. Kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan secara lengkap dan utuh, tidak sepotong-potong dan tidak parsial. Kita harus menjadi cerdas untuk mengerti apa kehendak Bapa sehingga kita boleh melakukan kehendak-Nya dengan tepat, tanpa meleset sedikitpun. Para ahli Taurat dan orang Farisi merasa mereka sudah melakukan kehendak Bapa dengan melakukan hukum Taurat dengan seketat mungkin. Tetapi mereka tidak pernah sungguh-sungguh mengenal Bapa dengan benar, sehingga mata mereka dibutakan dan tidak mampu mengerti karakter Allah yang harus mereka buru untuk mereka miliki. Mereka merasa bangga sudah menjadi orang yang sempurna melakukan Hukum Taurat, padahal sebenarnya mereka lupa bahwa ada hal-hal terpenting yang harus mereka kejar: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.



Bacaan Alkitab: Matius 23:23
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.