Senin, 27 Februari 2017

Ciri Ahli Taurat dan Orang Farisi (13): Menipu Melalui Penampilan Luar

Selasa, 28 Februari 2017
Bacaan Alkitab: Matius 23:25-26
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.  (Mat 23:25)


Ciri Ahli Taurat dan Orang Farisi (13): Menipu Melalui Penampilan Luar


Sebagian besar orang tentu ingin dirinya terlihat cantik (bagi wanita), tampan (bagi pria), dan menarik. Dalam menjaga dan meningkatkan penampilannya tersebut, banyak orang rela membeli baju-baju bagus dan bermerk, menambahkan aksesoris-aksesoris yang meningkatkan penampilan luar (misal: membeli perhiasan yang terlihat mahal, memakai tas yang bermerk (branded), apalagi yang merknya terlihat dari luar, dan lain sebagainya). Hal ini sangat umum ditemui apalagi di kota-kota besar, terutama pada orang-orang yang pekerjaannya menuntut untuk bertemu dengan orang lain sehingga penampilan pun menjadi salah satu prioritas utama.

Tidak salah jika kita membeli baju, perhiasan, tas, atau aksesoris lainnya. Tentu jemaat akan juga malas datang ke gereja jika pendetanya pakaiannya berantakan, dalam artian tidak pernah disetrika, kusut, kotor, kumal, dan lain sebagainya. Penampilan luar itu juga harus menjadi hal yang kita perhatikan, karena Tetapi menjadi sangat salah jika penampilan luar menjadi prioritas dalam hidup kita sedangkan urusan dalam diri kita (batiniah) tidak pernah diurus dan dibiarkan begitu saja.

Para ahli Taurat dan orang Farisi adalah mereka yang dari luar terlihat nyaris sempurna. Mereka memakai jubah-jubah kebesarannya sehingga dari jauh orang lain pun sudah dapat mengenali para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka pun biasanya menumbuhkan janggut yang panjang sesuai dengan adat-istiadat Yahudi, sehingga terlihat sebagai orang yang sangat saleh dalam hal beragama. Akan tetapi fokus mereka dalam hal penampilan luar ini tidak diiringi dengan fokus terhadap isi hati mereka atau kehidupan batiniah mereka. 

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengecam sikap hidup para ahli Taurat dan orang Farisi sebagai orang-orang yang munafik, karena mereka hanya memikirkan penampilan luar. Ibarat cawan dan pinggan (alat-alat penyajian makanan) mereka yang terlihat bersih dan kinclong dari luar, akan tetapi isinya penuh dengan rampasan dan kerakusan (ay. 25). Gambarannya mungkin bahwa cawan dan pinggan itu selalu dipoles dan digosok sehingga mengkilat, tidak ada noda sama sekali. Akan tetapi isi dari cawan dan pinggan itu adalah makanan atau minuman yang menajiskan. Percuma juga bagian luar terlihat bersih padahal isinya masih najis. Ketika kita makan atau minum, kita tidak memakan pinggan atau meminum cawan, tetapi kita memakan apa yang disajikan di atas pinggan dan meminum apa yang disajikan di dalam cawan. Jadi memastikan isi pinggan dan cawan sudah bersih dan tidak najis lebih penting daripada sekedar membersihkan bagian luar dari pinggan dan cawan supaya terlihat bersih dan mengkilat. Oleh karena itu Tuhan Yesus berkata agar para ahli Taurat dan orang Farisi membersihkan dulu bagian dalam pinggan dan cawan sehingga bagian luarnya pun ikut bersih (ay. 26). 

Hal ini juga sering terjadi tanpa kita sadari dalam kehidupan kita. Seringkali kita mempersoalkan apa yang ada di pandangan orang ketika mereka melihat diri kita. Kita sibuk mempersoalkan apakah pakaian kita terlihat pantas, apakah potongan rambut kita sudah rapi, apakah merk tas kita sudah terlihat dari jauh, dan lain sebagainya. Padahal apa yang ada di dalam diri kita (yaitu isi hati kita, motivasi kita, dan lain sebagainya) itu juga hal yang tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting. Memang kita juga perlu memikirkan pandangan orang lain terhadap diri kita, sehingga kita pun akan merawat dan menjaga diri kita. Akan tetapi kita juga perlu dan harus mempersoalkan apakah pandangan Tuhan terhadap kita. Ingat bahwa bukan yang dilihat manusia yang dilihat oleh Tuhan. Manusia memang melihat apa yang di depan mata (yaitu penampilan luar), tetapi Tuhan melihat hati kita (1 Sam 16:7). Mari mulai sekarang, kita belajar untuk mempersoalkan apakah yang saat ini Tuhan lihat dari hati kita. Sudahkah hati kita bersih dan kudus, ataukah hati kita masih penuh dengan kenajisan, atau bahkan kenajisan yang dibungkus dalam penampilan luar yang menarik tetapi sebenarnya adalah kemunafikan semata.



Bacaan Alkitab: Matius 23:25-26
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.