Selasa, 28 Februari 2012

Siapa yang Dikutuk Tuhan ketika Manusia Jatuh ke dalam Dosa?


Rabu, 29 Februari 2012
Bacaan Alkitab: Kejadian 3:9-19
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.” (Kej 3:17)


Siapa yang Dikutuk Tuhan ketika Manusia Jatuh ke dalam Dosa?


Mungkin sudah banyak dari kita yang membaca tentang kisah penciptaan manusia, dan bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa setelah memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan Allah telah berfirman kepada manusia, bahwa “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej 2:16-17). Perintahnya sudah jelas, bahwa buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu tidak boleh dimakan. Hanya satu larangan yang Tuhan berikan kepada manusia, tetapi satu-satunya larangan itu pulalah yang dilanggar.

Akibat dari pelanggaran manusia itu akhirnya manusia pun terpisah dari Allah. Ketika Allah memanggil manusia, justru manusia menjadi takut dan bersembunyi di hadapan Allah (ay. 9-10). Pada waktu itu, manusia (Adam) belum mengakui bahwa ia melanggar larangan Tuhan tersebut. Justru Tuhanlah yang berinisiatif untuk bertanya kepada manusia, “Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” (ay. 11). Sejak itulah manusia pun mempunyai ilmu “ngeles”, yaitu menyalahkan orang lain karena kesalahannya. Adam pun menyalahkan Hawa karena Hawa memberikan buah itu kepada Adam (ay. 12). Hawa, yang selanjutnya ditanya Tuhan, juga menyalahkan ular karena memperdaya dirinya (ay. 13).

Jika kita berada dalam posisi Tuhan Allah, bagaimanakah kita bertindak? Apa yang akan kita lakukan dalam kondisi sepert itu? Selama ini saya pun mengira bahwa saat itu Tuhan mengutuk manusia karena manusia jatuh dalam dosa, sehingga dunia ini pun penuh dengan penderitaan yang harus kita alami. Tetapi baru beberapa waktu yang lalu saya sadar, bahwa sebenarnya Tuhan tidak pernah mengutuk manusia sekalipun waktu itu manusia (Adam dan Hawa) melanggar perintah Tuhan. Jadi, siapa saja yang dikutuk Tuhan saat itu?

Pertama, Tuhan mengutuk ular (ay. 14-15), sehingga ular pun akan menjalar dengan perut dan memakan debu tanah. Tuhan pun akan mengadakan permusuhan antara keturunan ular dan keturunan manusia, dimana ular akan meremukkan tumitnya, dan keturunan manusia akan meremukkan kepala ular. Hal ini merupakan gambaran dari peperangan antara Iblis dengan manusia, dimana nantinya Yesus (yang lahir dari keturunan manusia) akan menang atas Iblis.

Selanjutnya, Tuhan memang berfirman kepada perempuan (Hawa) bahwa perempuan akan melahirkan dengan susah payah dan kesakitan (ay. 16a). Jika kita mencermati Firman ini, bisa saja perempuan “ngeles” lagi, ah kalau begitu saya tidak mau hamil dan melahirkan saja biar tidak sakit. Akan tetapi, ternyata Firman Tuhan tersebut di satu sisi menyatakan bahwa perempuan akan berahi kepada suaminya (ay. 16b). Artinya bahwa walaupun sakit, tetapi perempuan juga tetap saja akan memiliki keinginan untuk hamil dan memiliki anak. Itulah kodrat seorang wanita yaitu bahwa ia akan sangat ingin untuk memiliki seorang anak, walau harus kesakitan dan susah payah dalam melahirkan. Sampai saat ini saya belum menemukan adanya seorang wanita yang sama sekali  tidak ingin memiliki anak, bahkan saya sendiri pernah menemukan adanya seorang wanita yang sampai melakukan “kebohongan” dan “tipu muslihat” agar dapat memiliki anak dari orang yang sudah menjadi suami orang lain.

Kita dapat melihat bahwa Firman Tuhan bagi perempuan itu bukanlah sebuah kutuk. Tidak ada kata-kata kutuk dalam ucapan Tuhan kepada perempuan tersebut. Dalam kasus perempuan dan ular, memang kalau kita mau jujur, kedua-duanya salah, tetapi Tuhan lebih memilih untuk mengutuk ular daripada mengutuk manusia.

Kutuk yang kedua juga bukan ditujukan kepada manusia (Adam). Walaupun Adam yang salah karena mendengarkan perkataan isterinya dan memakan buah dari pohon yang terlarang itu, tetapi Tuhan justru mengutuk tanah karena dosa Adam (ay. 17a). Pertama kali saya membaca ini, saya berpikir, apa tidak salah ya? Adam yang salah kok malah jadi tanah yang dikutuk Tuhan? Tetapi semakin saya membacanya, semakin saya yakin, bahwa memang Tuhan mengutuk tanah karena dosa Adam. Tanah yang dikutuk sehingga Adam pun akan bersusah payah mencari rejeki dari tanah (ay. 17b), dan akan muncul semak-semak duri dan rumput-rumput duri, serta tumbuh-tumbuhan di ladang akan menjadi makanan bagi manusia (ay. 18). Manusia akan bekerja keras untuk makan, hingga nantinya akan kembali ke tanah, karena manusia juga berasal dari tanah (ay. 19).

Kondisi manusia setelah jatuh ke dalam dosa memang sangat memprihatinkan. Bandingkan dengan kondisi sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Tidak ada semak dan rumput duri, dan bahkan tidak ada tumbuh-tumbuhan di ladang (Kej 2:5). Manusia pun diberikan Tuhan makanan berupa tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan yang berbiji (Kej 1:29). Hal ini ditegaskan kembali bahwa manusia diberi kebebasan untuk memakan buah apa saja yang ada di pohon, kecuali buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (Kej 2:16). Dahulu, manusia tinggal memetik buah yang tumbuh dan memakannya, tetapi sejak jatuh dalam dosa, manusia harus bersusah payah untuk mencari makanannya.

Ini bukan kutuk Tuhan. Tuhan tidak pernah mengutuk manusia walaupun manusia telah jatuh ke dalam dosa. Ular dan tanahlah yang dikutuk Tuhan, bukan manusia, walaupun dari kutuk tersebut muncul konsekuensi bagi manusia. Setiap dosa memang mendatangkan konsekuensi bagi manusia, dan konsekuensi itulah yang harus kita tanggung sampai saat ini. Tetapi dari bacaan Alkitab kita pada hari ini, kita dapat melihat bahwa Tuhan begitu mengasihi manusia, hingga memutuskan untuk tidak mengutuk manusia. Bahkan karena begitu Tuhan mengasihi manusia, Tuhan memberikan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Tuhan telah memberikan Yesus Kristus kepada kita, dan oleh kematian Yesus di atas kayu salib, Ia menebus segala dosa dan kutuk kita (Gal 3:13). Demikian besar kasih Allah kepada manusia. Pertanyaannya, sudahkah kita bersyukur atas kasih Allah itu, dan sudahkah kita juga mengasihi Allah karena Allah juga telah terlebih dulu mengasihi kita?


Bacaan Alkitab: Kejadian 3:9-19
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.