Senin, 27 Februari 2012

Waktu untuk Melayani Tuhan


Selasa, 28 Februari 2012
Bacaan Alkitab: Bilangan 8:22-26
Inilah yang berlaku bagi orang Lewi: setiap orang yang berumur dua puluh lima tahun ke atas wajib bertugas, supaya ia bekerja pada Kemah Pertemuan.” (Bil 8:23)


Waktu untuk Melayani Tuhan


Coba kita hitung, jika usia hidup kita rata-rata adalah 75 tahun, berapa banyak waktu yang telah kita gunakan untuk melayani Tuhan? Okelah, jika kita belum melayani dan hanya merupakan jemaat biasa yang hanya datang sekali seminggu ke Gereja dengan asumsi sekali ibadah hanya 2 jam, maka selama 75 tahun usia kita, kita hanya menghabiskan 75 x 52 x 2 jam = 7800 jam. Itu sama saja dengan 325 hari. Bandingkan dengan usia kita yang mencapai 75 tahun atau setara dengan 27.375 hari. Jumlah ibadah kita tersebut hanyalah 1,19% dari kehidupan kita. Apakah kita sudah merasa cukup dengan memberikan waktu 1,19% tersebut kepada Tuhan?

Beberapa orang mengatakan bahwa seharusnya kita memberikan minimal 10% waktu kita untuk Tuhan, hal ini terkait dengan konsep persepuluhan yang wajib kita berikan kepada Tuhan. Orang lain pun mengatakan bahwa seharusnya kita memberikan 100% waktu kita untuk Tuhan. Ya, memang seluruh waktu kita bahkan seluruh hidup kita pun seharusnya kita gunakan untuk memuliakan nama Tuhan, tetapi berapa banyak sih waktu yang seharusnya kita gunakan untuk melayani Tuhan?

Alkitab tidak memberi jawaban yang pasti tentang hal ini, tetapi Alkitab memberi contoh bagaimana seorang Lewi (yang merupakan suku Israel yang dipilih untuk melayani Tuhan sebagai imam), seharusnya menjalankan tugas pelayanannya. Seorang Lewi mulai melayani Tuhan di Kemah Pertemuan pada usia 25 tahun (ay. 24) hingga berusia 50 tahun (ay. 25). Ini berarti, jika diambil rata-rata usia manusia adalah 75 tahun, maka orang Lewi melayani Tuhan selama 25 tahun atau sepertiga dari masa hidupnya. Angka ini bukan angka ideal sebenarnya, karena memang ini adalah patokan bagi orang Lewi yang memang memiliki kewajiban untuk melayani Tuhan. Walaupun demikian, kita dapat menarik beberapa pelajaran dari Firman Tuhan ini.

Pertama, walaupun pelayanan orang Lewi dimulai pada usia 25 tahun, tetapi sesungguhnya orang Lewi sudah mempersiapkan diri mereka sebelum usia 25 tahun. Hal ini secara implisit dapat terlihat dari ayat lainnya dalam Taurat yaitu “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ul 6:7). Ini berarti bahwa sejak masa kanak-kanak, bangsa Israel (terutama orang Lewi) juga sudah mendapatkan pengajaran hukum-hukum Allah sehingga nanti ketika usia 25 tahun tiba, mereka sudah siap melayani.

Kedua, Usia 25 s.d. 50 tahun merupakan usia produktif yang seharusnya dipakai untuk melayani Tuhan. Memang saat ini usia 18 tahun pun seseorang sudah dapat dianggap dewasa, tetapi kalau kita mau jujur, kebanyakan usia dimana seseorang mulai produktif adalah usia 25 tahun ke atas. Dan setelah 50 tahun, suka atau tidak suka, performa seseorang pun mulai turun seiring berjalannya usia. Ini berarti, pelayanan orang Lewi dilakukan pada usia produktif, agar mereka dapat melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya. Berapa banyak di antara kita yang tidak mau memberi yang terbaik bagi Tuhan? Begitu kita akan pensiun barulah kita aktif melayani?

Ketiga, Orang Lewi yang berusia di atas 50 tahun, walaupun mereka sudah tidak wajib melayani Tuhan, tetapi mereka dapat tetap melayani Tuhan, walaupun di bidang yang agak berbeda dari sebelumnya. Apa yang dilakukan orang-orang Lewi di atas 50 tahun dikatakan sebagai membantu saudara-saudaranya (yang berusia 25 s.d. 50 tahun tersebut) melayani di Kemah Pertemuan. Usia tua bukan halangan untuk melayani, tetapi memang ada beberapa hal harus diubah, seperti misalnya, lebih banyak memberi dukungan dan bantuan serta arahan kepada orang-orang yang lebih muda, mengurangi kegiatan pelayanan yang membutuhkan fisik prima, dan lain sebagainya.

Inti dari bacaan Alkitab kita adalah terus melayani di usia berapapun kita berada. Adakah kita masih muda? Kita bisa melatih diri kita untuk melayani dari hal-hal yang sederhana. Adakah kita sedang di usia produktif? Kita bisa melayani Tuhan dengan semangat dan fisik yang prima. Adakah kita sudah melewati usia produktif? Kita dapat memberi saran dan arahan serta mendukung pelayanan orang lain, minimal dalam doa. Yang jelas, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melayani, karena Tuhan sudah lebih dulu melayani kita.


Bacaan Alkitab: Bilangan 8:22-26
8:23 TUHAN berfirman kepada Musa:
8:24 "Inilah yang berlaku bagi orang Lewi: setiap orang yang berumur dua puluh lima tahun ke atas wajib bertugas, supaya ia bekerja pada Kemah Pertemuan,
8:25 tetapi jika ia berumur lima puluh tahun haruslah ia dibebaskan dari pekerjaan itu, sehingga tak usah ia bekerja lebih lama lagi.
8:26 Ia boleh membantu saudara-saudaranya di Kemah Pertemuan dalam menjalankan tugas mereka, tetapi tidak usah lagi ia menjabat pekerjaan itu. Demikianlah harus kaulakukan kepada orang Lewi mengenai tugas mereka."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.