Kamis, 06 Desember 2012

Siapa Kepala Gerejamu?



Senin, 3 Desember 2012
Bacaan Alkitab: Efesus 4:15-16
Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Ef 4:15)


Siapa Kepala Gerejamu?


Saya pernah membaca bahwa di Argentina ada suatu gereja yang dinamakan dengan Gereja Maradona. Jangan salah, gereja ini bukan seperti gereja pada umumnya yang menyembah Tuhan, tetapi dalam Gereja Maradona, mereka justru menyembah Maradona dan memposisikannya sebagai Tuhan yang harus diagungkan dan disembah. Aneh bukan? Tetapi itulah kenyataannya.

Dan jika kita perhatikan lebih lanjut, apakah gereja-gereja di Indonesia banyak yang sudah terkena sindrom ini? Mungkin dalam gereja tersebut jemaatnya tidak menyembah sang pendeta. Akan tetapi, saya mau mengatakan dengan jelas bahwa gereja yang benar, seharusnya dikenal karena Tuhan Yesus Kristusnya, dan bukan dikenal dari siapa pendetanya.

Paulus dalam surat-suratnya seringkali mengibaratkan jemaat sebagai tubuh Kristus. Lalu siapa kepalaNya? Tentu saja adalah Kristus sendiri. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia, yaitu Kristus, yang adalah Kepala dari Jemaat (ay. 15b). Jadi dalam ayat ini jelas bahwa Kristus adalah Kepala, dan jemaat (termasuk Saudara dan saya) adalah tubuh.

Hal ini adalah suatu kebenaran yang sangat penting bagi kita. Coba kita ambil suatu foto kita (entah sedang berdiri, sedang duduk, ataupun pas foto resmi yang biasa kita gunakan untuk KTP dan lain sebagainya), kemudian kita potong di bagian leher sehingga hanya tersisa foto badan kita tanpa kepala. Coba kita tunjukkan kepada orang-orang terdekat kita dan suruh mereka menebak foto siapa ini. Saya yakin walaupun dalam foto itu kita mengenakan pakaian yang biasa kita pakai, tetapi 99% orang pasti tidak akan mengenali foto tersebut.

Apa artinya hal tersebut? Adalah bahwa jemaat Tuhan harus dikenal dari kepala jemaatnya. Pertanyaan selanjutnya, siapa kepala jemaat? Atau siapa kepala gereja? Jika orang lebih mengenal pendeta A atau pendeta B sebagai kepala jemaat atau kepala gereja, berarti gereja tersebut sudah mulai menuju arah yang salah. Kristus harus ditinggikan sebagai satu-satunya Kepala gereja. Dan barulah seluruh tubuh (yaitu jemaat Tuhan), menerima pertumbuhan dan membangun diri (ay. 16). Jemaat tanpa Kristus sebagai Kepala, hanyalah seorang zombie yang tidak tahu ia harus kemana dan harus melakukan apa.

Ketika jemaat Tuhan benar-benar menempatkan Yesus Kristus sebagai Kepala, maka jemaat akan dapat teguh berpegang kepada kebenaran, akan bertumbuh di dalam kasih, dan saling melayani satu sama lain sesuai dengan bagian yang ditetapkan oleh Kristus sendiri (ay. 15a & 16). Jemaat Tuhan harus berfokus kepada Kepala, melakukan apa yang Kepala inginkan, dan bukan berjalan sendiri-sendiri tanpa arah sehingga semuanya menjadi kacau. Tubuh harus tunduk dan taat kepada Kepala. Pertanyaannya, apakah selama ini kita sudah tunduk dan taat kepada Kepala yang sebenarnya, yaitu Kristus, atau justru tunduk kepada kepala yang lain?


Bacaan Alkitab: Efesus 4:15-16
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.