Minggu, 18 Desember 2011

Gehazi, Hamba Nabi Elisa yang Tamak


Sabtu, 17 Desember 2011
Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5:19-27
"Berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: "Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya."" (2 Raj 5:20)


Gehazi, Hamba Nabi Elisa yang Tamak


Gehazi adalah bujang/hamba yang mengikuti Nabi Elisa. Nama Gehazi mulai disebut di Alkitab ketika Elisa bertemu dengan perempuan Sunem (2 Raj 4:12). Sejak itu nama Gehazi cukup sering disebut dalam Alkitab. Gehazi pun menyaksikan dengat mata kepala sendiri bagaimana Elisa membuat mujizat-mujizat yaitu membangkitkan anak perempuan Sunem yang telah mati tersebut, dan juga bagaimana Elisa memberi makan 100 orang. Terakhir, Gehazi meihat bagaimana Naaman datang kepada Elisa dan disembuhkan dari penyakit kustanya dengan berendam di sungai Yordan sebanyak tujuh kali. Setelah sembuh, Naaman pun datang kepada Elisa untuk memberi sesuatu kepada Elisa. Namun Elisa sama sekali  tidak mau menerima pemberian Naaman, hingga akhirnya Naaman pun pergi kembali ke bangsanya.

Namun Gehazi ternyata kurang suka dengan sikap Elisa. Gehazi merasa bahwa seharusnya Elisa mau menerima pemberian Naaman. Gehazi berpikir bahwa tidak apa-apa menerima sesuatu dari Naaman, toh karena Elisa maka Naaman akhirnya disembuhkan dari penyakit kustanya. Akhirnya Gehazi mengejar Naaman dari belakang dan berbohong serta mengatakan bahwa ada dua orang nabi yang datang, sehingga Elisa meminta emas dan pakaian untuk mereka (ay. 22). Naaman tentu saja dengan senang hati memberikan emas dan pakaian tersebut kepada Gehazi.

Gehazi pun akhirnya pulang ke rumah dimana Elisa tinggal. Gehazi berpikir bahwa apa yang ia lakukan tidak apa-apa  Ia pun berpikir bahwa Elisa tidak akan tahu apa yang ia lakukan. Tetapi ternyata salah, ketika Elisa bertanya, "Dari mana, Gehazi?" dan Gehazi menjawab bahwa ia tidak pergi ke mana-mana, Elisa kemudian berkata bahwa ia tahu apa yang Gehazi lakukan. Elisa tidak meminta Gehazi untuk mengembalikan emas yang telah ia terima dari Naaman, tetapi sebagai konsekuensi tindakannya, akhirnya penyakit kusta Naaman pun pindah ke Gehazi, bahkan hingga ke anak cucunya (ay. 27).

Apa yang dapat kita pelajari dari Firman Tuhan hari ini? Sebenarnya tidak salah bagi Elisa untuk menerima pemberian dari Naaman. Firman Tuhan di bagian yang lain pun berkata bahwa suku Lewi sebagai suku yang dikuduskan untuk melayani Tuhan mendapat bagian dari persembahan perpuluhan yang dibawa 11 suku bangsa Israel lainnya (Bil 18:21). Dalam Perjanjian Baru pun Paulus mengatakan bahwa “seorang pekerja patut mendapat upahnya” (1 Tim 5:18). Memang uang dan harta benda duniawi juga penting bagi para pelayan Tuhan, tetapi bukan itu hal yang terpenting. Yang lebih penting lagi adalah sikap kita dalam melayani Tuhan.

Gehazi dihukum Tuhan karena hanya karena harta duniawi ia berdusta kepada Naaman, bahkan sampai membawa-bawa nama Elisa untuk meminta harta dari Naaman, padahal saya sangat yakin bahwa Tuhan pasti juga memberkati Gehazi jika ia tetap jujur dan takut akan Tuhan. Demikian juga dengan kita, tentunya harus lebih takut akan Tuhan. Mungkin di antara kita ada yang telah mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan di Gereja kita masing-masing. Tidak salah jika kita menerima uang atau harta dari pelayanan yang kita lakukan, tetapi alangkah baiknya kita tidak hanya terjebak dengan harta duniawi saja, tetapi kita harus melayani Tuhan karena kita mengasihi Tuhan. Jangan kita menjadi seperti Gehazi, tetapi kita harus menjadi seperti Elisa, yang melayani tanpa memasang tarif, yang melayani tanpa membeda-bedakan siapa orang yang kita layani.


Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5:19-27
5:19 Maka berkatalah Elisa kepadanya: "Pergilah dengan selamat!" Setelah Naaman berjalan tidak berapa jauh dari padanya,
5:20 berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: "Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya."
5:21 Lalu Gehazi mengejar Naaman dari belakang. Ketika Naaman melihat ada orang berlari-lari mengejarnya, turunlah ia dengan segera dari atas kereta untuk mendapatkan dia dan berkata: "Selamat!"
5:22 Jawabnya: "Selamat! Tuanku Elisa menyuruh aku mengatakan: Baru saja datang kepadaku dua orang muda dari pegunungan Efraim dari antara rombongan nabi. Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong pakaian."
5:23 Naaman berkata: "Silakan, ambillah dua talenta." Naaman mendesak dia, dan membungkus dua talenta perak dalam dua pundi-pundi dan dua potong pakaian, lalu memberikannya kepada dua bujangnya; mereka ini mengangkut semuanya di depan Gehazi.
5:24 Setelah mereka sampai ke bukit, disambutnyalah dari tangan mereka, disimpannya di rumah, dan disuruhnya kedua orang itu pergi, maka pergilah mereka.
5:25 Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"
5:26 Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
5:27 tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.