Selasa, 09 April 2013

Kekayaan Tidak Dibawa Mati



Senin, 8 April 2013
Bacaan Alkitab: Mazmur 49:17-21
Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.” (Mzm 49:17-18)


Kekayaan Tidak Dibawa Mati


Sebagai manusia, wajar bagi kita jika kita kadang-kadang tergoda melihat ada orang lain yang kaya dari hasil yang tidak benar. Saya sendiri juga sempat beberapa kali “mengeluh” kepada Tuhan, “Tuh Tuhan, kok orang lain yang korupsi, yang mengambil apa yang bukan menjadi haknya, tetap aman-aman saja? Mereka malah memiliki uang banyak, mereka bisa membeli rumah, mobil, tanpa susah-susah”. Saya yakin kita mungkin pernah juga mengalami hal seperti itu. Akan tetapi hari ini kita akan belajar dari Alkitab, bagaimana untuk tidak iri dengan kekayaan orang fasik.

Bacaan Kitab Suci kita hari ini dimulai dengan kalimat yang luar biasa: “Jangan takut apabila seseorang menjadi kaya dan keluarganya semakin mulia (ay. 17). Tentu seseorang yang dmaksud dalam ayat ini tidak menggambarkan orang benar, melainkan orang fasik. Artinya adalah bahwa jika orang benar menjadi kaya karena kerja kerasnya dan karena berkat Tuhan, itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika orang fasik menjadi kaya karena kefasikannya, Alkitab mengatakan bahwa kita tidak perlu takut dan iri.

Mengapa demikian? Alkitab mengatakan bahwa segala kekayaan itu hanya terbatas hingga di bumi ini. Segala kekayaan dan kemuliaan di bumi ini, tidak akan dibawa ke dunia orang mati (ay. 18). Saat kita mati dan menghadap tahta pengadilan Allah, kekayaan kita tidak akan mampu “menyogok” atau “menyuap” Tuhan agar kita bisa diijinkan masuk surga. Semua tergantung kepada iman percaya kita di hadapan Tuhan.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita tidak perlu iri ketika ada orang fasik yang menjadi kaya, dengan cara yang tidak benar. Kekayaannya tidak akan dapat membuatnya berbahagia. Walaupun misalnya ia dapat berbahagia dengan segala kekayaannya pun, semuanya itu tidak akan berarti ketika ia mati (ay.19). Ketika ia mati dan dikumpulkan kepada angkatan nenek moyangnya, mereka tidak akan melihat terang, tetapi hanya melihat kegelapan yang kekal di neraka (ay. 20). Oleh karena itu Alkitab menggambarkan orang fasik ini dengan bahasa yang tegas: yaitu mereka sama seperti dengan hewan yang akan dibinasakan (ay. 21).

Mereka sama seperti hewan dalam artian mereka tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hati nurani mereka sudah tumpul dan mati. Mereka hanya mengejar uang dan kekayaan, dan tidak pernah memikirkan tentang kehidupan yang kekal. Bukankah itu sama saja dengan binatang yang makan dan makan saja, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelah mereka mati? Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka kumpulkan di dunia ini hanya akan membawa mereka kepada kebinasaan.

Lalu apa yang harus kita perbuat? Memang kita tidak boleh iri terhadap kekayaan orang fasik. Tetapi juga jangan kita menjadi malas bekerja dan berharap Tuhan akan memberkati kita dengan cara yang ajaib. Lakukan bagian kita sebaik mungkin, dengan bekerja dan mencari nafkah. Tetapi kita harus ingat bahwa uang, kekayaan, kehormatan, dan lain sebagainya bukan tujuan utama kita hidup. Itu haruslah hanya menjadi sarana bagi kita untuk memuliakan Tuhan. Tidak salah bagi orang benar untuk kaya dan hidup berkelimpahan, tetapi setelah kita kaya, jangan menjadi serupa dengan orang fasik, yang menganggap kekayaan dan kemuliaan duniawi jauh lebih penting daripada segala hal yang rohani.


Bacaan Alkitab: Mazmur 49:17-21
49:17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
49:18 sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
49:19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
49:20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
49:21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.