Rabu, 17 April 2013

Sejak dalam Kandungan



Sabtu, 20 April 2013
Bacaan Alkitab: Mazmur 71:5-7
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.” (Mzm 71:6)


Sejak dalam Kandungan


Hari ini adalah merupakan hari ulang tahun pertama anak saya. Saya teringat betul kejadian satu tahun yang lalu, ketika saya menemani isteri saya melahirkan di ruang bersalin. Saat itu saya benar-benar merasakan bagaimana Tuhan menolong isteri saya sehingga walaupun telah sekitar 36 jam mengalami kontraksi, isteri saya dapat melahirkan anak saya dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, bahkan tidak perlu melalui operasi caesar.

Mungkin itu yang dirasakan setiap orang tua yang pernah memiliki anak. Walaupun masih dalam kandungan, Tuhan sudah menyertai anak tersebut. Pemazmur mengatakan bahwa seorang bayi yang masih berupa janin di dalam kandungan, sudah bertopang kepada Tuhan (ay. 6a). Bahkan ketika seorang bayi lahir ke dunia setelah keluar dari perut ibunya, itu semuanya hanya karena anugerah dan kasih karunia Tuhan semata (ay. 6b). Pemazmur pun menyadari hal tersebut sehingga ia berkata bahwa Tuhan adalah satu-satunya harapannya, bahkan Tuhan adalah kepercayaannya sejak masa mudanya (ay. 5).

Pemazmur menyadari bahwa kehadirannya di dunia ini bukan kebetulan semata. Adalah suatu anugerah Tuhan ketika ia boleh lahir, tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa. Sama seperti kita yang seharusnya juga bersyukur atas anugerah Tuhan kita boleh lahir di dunia ini, tumbuh dan berkembang hingga kita menjadi diri kita saat ini. Bayangkan bayi-bayi yang belum sempat merasakan dunia ini karena mereka sudah mati di dalam kandungan. Bukankah Tuhan benar-benar menyertai kita sejak kita lahir hingga saat ini? Bahkan jika kita mau benar-benar merenungkan, adalah suatu keajaiban kita boleh ada di dunia ini (ay. 7a). Itulah sebabnya kita tidak lahir di dunia ini tanpa tujuan, melainkan ada maksud dan tujuan Tuhan bagi kita selama kita hidup di dunia ini.

Apa tujuan kita? Salah satu tujuan hidup kita adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan (ay. 6c). Dengan segala anugerah dan kasih karunia Tuhan, maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menaikkan pujian kita kepada Tuhan. Bagaimana mungkin kita yang telah diberi anugerah untuk hidup tetapi hidup kita justru dipakai untuk menjelek-jelekkan nama Tuhan kita? Bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan ketika hidup kita justru digunakan untuk berbuat dosa dan menyakiti hati Tuhan?

Mari kita senantiasa bertanggung jawab terhadap hidup kita.  Kita yang sudah diberi kesempatan untuk hidup, sudahkah kita menggunakan hidup kita dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan? Sudahkah kita hidup benar di hadapan Tuhan? Sudahkah hidup kita memuliakan nama Tuhan? Ingat bahwa sejak dalam kandungan, Tuhan sudah menjadi tempat perlindungan kita (ay. 7b). Hal itu akan terus terjadi selama kita hidup, yaitu Tuhan akan selalu menjadi tempat perlindungan kita. Oleh karena itu, manfaatkan hidup kita sebaik-baiknya, agar kita boleh menyukakan hati Tuhan dan memuliakan namaNya senantiasa, melalui apa yang kita lakukan setiap harinya.



Bacaan Alkitab: Mazmur 71:5-7
71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
71:6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
71:7 Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.