Senin, 15 April 2013

Memberi Dukungan dari Jauh



Rabu, 17 April 2013
Bacaan Alkitab: Keluaran 17:8-16
Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.” (Kel 17:11)


Memberi Dukungan dari Jauh


Ketika kita menonton suatu pertandingan sepakbola, kita cenderung melihat bahwa ketika suatu kesebelasan memenangkan pertandingan, maka orang yang paling berperan dalam memenangkan pertandingan itu adalah para pemain sepakbola tersebut. Benarkah demikian? Sebenarnya, jika kita mau melihat dari sudut pandang yang lebih luas, sangat banyak orang yang memiliki peran dalam kemenangan kesebelasan tersebut. Ada pelatih, asisten pelatih, staf, dokter, koki yang menyiapkan makanan yang bergizi, dan lain sebagainya. Mereka memang tidak tampil di lapangan, tetapi mereka memberikan dukungan dari jauh yang berperan penting dalam kemenangan kesebelasan tersebut.

Sayangnya banyak orang tidak melihat sosok-sosok di balik layar tersebut. Sama halnya dengan kisah di dalam Alkitab, seperti salah satu contohnya adalah kisah tentang peperangan bangsa Israel melawan bangsa Amalek (ay. 8). Saat itu, bangsa Israel baru saja keluar dari tanah Mesir dan belum memiliki pengalaman apapun dalam berperang. Ketika bangsa Amalek datang, Musa menunjuk Yosua untuk memimpin pasukan Israel berperang melawan bangsa Israel, sedangkan Musa berencana untuk berdiri di puncak bukit (ay. 9). Ketika keesokan harinya pertempuran terjadi, Yosua beserta segenap pasukan Israel bertempur melawan bangsa Amalek, sedangkan Musa beserta Harun dan Hur naik ke atas bukit (ay. 10).

Sepintas terlihat bagaimana Musa seakan-akan “lari” dari pertempuran dan menyerahkan pertempuran tersebut kepada Yosua yang jauh lebih muda. Tetapi benarkah demikian? Alkitab mengatakan bahwa tujuan Musa naik ke atas bukit bukan karena Musa takut, tetapi Musa naik ke atas bukit untuk memberikan dukungan yang mungkin tidak terlihat oleh Yosua dan bangsa Israel lainnya. Musa ke atas untuk memberikan dukungan rohani, karena ketika Musa mengangkat tangannya di hadapan Tuhan, maka bangsa Israel akan menjadi lebih kuat, tetapi jika Musa menurunkan tangannya, maka bangsa Amaleklah yang akan menjadi lebih kuat (ay. 11).

Untunglah saat itu Musa membawa Harun dan Hur bersamanya, sehingga ketika Musa sudah lelah, maka Harun dan Hur mengambil sebuah batu sebagai tempat Musa duduk. Bahkan mereka berdua menopang kedua tangan Musa sehingga tangan Musa tetap terangkat dan tidak bergerak sampai dengan matahari terbenam (ay. 12). Oleh karena itulah, bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua akhirnya dapat mengalahkan bangsa Amalek pada hari itu (ay. 13).

Bangsa Israel yang berperang mungkin tidak tahu bahwa kemenangan mereka pada hari itu tidak hanya ditentukan oleh keahlian mereka berperang dan keahlian Yosua memimpin bangsa Israel. Ada faktor lain yang justru paling berpengaruh yaitu usaha Musa, Harun, dan Hur di atas bukit. Merekalah orang-orang yang paling berperan dalam kemenangan bangsa Israel tersebut. Tuhan sangat sadar dengan hal itu, sehingga meminta Musa untuk menulis kisah kemenangan bangsa Israel ini dalam sebuah kitab (ay. 14). Musa pun taat dan juga melakukan hal yang lain, yaitu mendirikan mezbah bagi Tuhan dan menamainya “TUHANlah panji-panjiku” (ay. 15-16). Dalam bahasa Ibrani, kalimat ini lebih dikenal dengan istilah “Yehovah Nissi”.

Hari ini kita belajar bagaimana Musa tetap memberikan dukungan kepada Yosua, walaupun dengan cara yang tidak langsung. Saat ini mari kita instropeksi diri kita masing-masing. Adakah orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan dukungan kita? Mungkin kita tidak perlu “tampil di muka umum”, tetapi cukup memberi dukungan dari jauh. Justru mungkin itu yang diperlukan oleh orang tersebut. Ketika kita dapat mendukung orang yang membutuhkan, sudahkah kita melakukannya? Persoalannya terkadang bukan masalah bisa atau tidak bisa, melainkan apakah kita mau atau tidak mau. Berilah dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama kepada saudara-saudara seiman kita. Suatu saat nanti, kita akan menyadari bahwa dukungan kita tersebut akan sangat berguna baik bagi orang tersebut maupun bagi kita nantinya.


Bacaan Alkitab: Keluaran 17:8-16
17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
17:15 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!"
17:16 Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.