Selasa, 05 Juni 2012

Kesalahan yang Tidak Diperbaiki oleh Esau


Kamis, 7 Juni 2012
Bacaan Alkitab: Kejadian 28:6-9
Sebab itu ia [Esau] pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.” (Kej 28:9)


Kesalahan yang Tidak Diperbaiki oleh Esau


Saya yakin kita semua pasti pernah berada dalam kondisi dimana kita telah melakukan suatu kesalahan. Dan sebagai manusia, wajar bagi kita untuk melakukan kesalahan. Tetapi akan menjadi tidak wajar apabila kita tidak pernah belajar dari kesalahan kita. Akan menjadi tidak wajar apabila kita terus menerus jatuh ke dalam kesalahan yang sama. Akan menjadi tidak wajar juga apabila kesalahan yang sempat kita perbuat tersebut juga tidak kita perbaiki dan hanya kita biarkan saja.

Demikian juga dengan apa yang kita baca dalam bacaan Kitab Suci kita hari ini. Ketika Yakub merebut berkat yang seharusnya diterima oleh Esau, sebenarnya Esau pun juga tahu bahwa salah satu penyebab dari lepasnya berkat dan hak kesulungan Esau adalah karena Ishak dan Ribka sebagai kedua orang tua Esau tidak terlalu suka kepada Esau. Hal tersebut sebenarnya sudah tergambar dengan jelas pada pasal-pasal sebelumnya, yaitu ketika Esau mengambil Yudit dan Basmat, kedua-duanya orang Het menjadi isterinya. Alkitab mengatakan bahwa kedua perempuan tersebut menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan Ribka selaku orang tua Esau (Kej 26:34-35).

Esau akhirnya paham ketika Ishak berkata kepada Yakub agar ia tidak mengambil isteri dari antara perempuan Kanaan (ay. 6). Saya yakin bahwa Ishak dan Ribka juga sudah menyampaikan hal yang sama kepada Esau agar ia tidak mengambil isteri dari antara perempuan Kanaan. Tetapi inilah perbedaan antara Esau dan Yakub, yaitu Esau tidak mendengarkan apa keinginan kedua orang tuanya, malahan ia mengambil dua isteri sekaligus dari orang Kanaan (orang Het), sedangkan Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya (ay. 7).

Esau sebenarnya sadar bahwa perempuan Kanaan tersebut tidak disukai oleh Ishak dan juga Ribka (ay. 8). Dan sebenarnya Esau memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. Bagaimana caranya? Menurut saya salah satu caranya adalah dengan menceraikan kedua isterinya tersebut dan mencari isteri baru yang sesuai dengan keinginan Ishak dan Ribka. Satu-satunya cara untuk memperbaiki kesalahannya adalah membuang apa yang salah dan menggantinya dengan yang benar. Tetapi apa yang Esau lakukan? Ia tidak memperbaiki kesalahan melainkan hanya mencoba mengurangi dampak kesalahannya. Ia akhirnya pergi kepada Ismael (kakak Ishak) dan mengambil Mahalat, anak Ismael, menjadi isteri ketiganya (ay. 9).

Kira-kira, jika kita menjadi Ishak atau Ribka, apakah kita akan setuju dengan tindakan Esau ini? Memang ia akhirnya mengambil perempuan dari kaumnya sendiri. Tetapi dengan tidak membuang dua isterinya yang terdahulu, maka menurut saya hal itu sama saja tidak mengubah keadaan, hanya mengurangi dampak kesalahannya. Ibarat ban yang sudah banyak bocor, tindakan yang benar adalah mengganti ban tersebut dengan baru. Tetapi apa yang dilakukan Esau bagaikan menambal terus menerus ban tersebut tanpa mau menggantinya.

Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita melakukan suatu kesalahan yang fatal dalam kehidupan kita? Mungkin suatu kesalahan yang berdampak sangat luas terhadap orang-orang di sekitar kita, atau suatu kesalahan yang membuat kita harus membayar dampaknya dengan sangat mahal? Bagaimana cara kita memperbaiki kesalahan kita tersebut? Apakah kita sudah mengambil tindakan yang benar walaupun mungkin kita harus banyak berkorban untuk memperbaiki kesalahan kita? Ataukah kita justru hanya mencoba menutup lubang demi lubang yang muncul?


Bacaan Alkitab: Kejadian 28:6-9
28:6 Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ -- pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: "Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan" --
28:7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
28:8 maka Esau pun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
28:9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.