Sabtu, 10 November 2012

Menjadi Hamba Tuhan Berarti Membiarkan Tuhan Melakukan Apa yang Tuhan Mau



Jumat, 9 November 2012
Bacaan Alkitab: Lukas 1:34-38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Luk 1:38)


Menjadi Hamba Tuhan Berarti Membiarkan Tuhan Melakukan Apa yang Tuhan Mau


Jika saya bertanya kepada saudara, menurut saudara doa manakah di dalam Alkitab yang paling berkenan di hadapan Tuhan? Mungkin ada yang menjawab bahwa doa Bapa Kami adalah doa yang paling bagus karena diajarkan Tuhan Yesus sendiri (Mat 6:9-13). Atau mungkin ada yang menjawab bahwa doa Yabes adalah doa yang paling bagus karena Tuhan mengabulkan doanya (1 Taw 4:10). Akan tetapi, bagi saya sendiri, doa yang paling berkenan di hadapan Tuhan adalah satu-satunya doa Tuhan Yesus yang  tidak dijawab Tuhan, yaitu doa di taman Getsemani (Mat 26:39). Mengapa demikian, karena dalam doa Tuhan Yesus itulah Tuhan Yesus menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa di surga mengenai apa yang akan terjadi.

Seringkali kita pun agak sedikit salah memahami Firman Tuhan. Ketika kita berdoa, kita ingin doa kita segera dijawab Tuhan. Kita bahkan berdoa dengan tidak jemu-jemu, bahkan berdoa dengan suara nyaring dan dengan menangis, memohon agar Tuhan menjawab doa kita. Apakah itu doa yang benar? Bagaimana jika doa kita tidak dijawab? Apakah ketika Tuhan tidak menjawab doa kita itu berarti Tuhan tidak sayang kepada kita dan kita tidak menjadi anak-anakNya?

Justru menurut saya, ketika kita memutuskan menjadi hamba Tuhan, hal tersebut berarti kita harus tunduk sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Kita tidak bisa mengaku menjadi hamba Tuhan ketika kita tidak mau tunduk sepenuhnya kepada otoritas Tuhan dan masih mau melakukan keinginan kita sendiri. Dalam bacaan Alkitab kita hari ini kita melihat bagaimana Maria, sudah memiliki sikap seperti itu. Ketika malaikat Tuhan mengatakan bahwa ia akan mengandung, Maria pun  pada awalnya bingung, bagaimana hal itu belum terjadi (ay. 34). Dan ketika malaikat Tuhan mengatakan bagaimana nanti Roh Kudus akan turun dan akan menaungi Maria (ay. 35), Maria pun akhirnya menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ay. 38).

Saya salut dengan Maria, karena ia berani mengambil risiko yang ekstrim dalam mengiring Tuhan. Maria sadar bahwa ia hanyalah seorang manusia biasa yang dipercaya untuk mengemban tugas mulia ini dari Tuhan. Maria sadar bahwa ia hanyalah seorang hamba Tuhan biasa. Bagian Maria hanyalah taat melakukan kehendak Tuhan dan membiarkan Tuhan melakukan bagianNya dalam hidup Maria. Walaupun sepertinya apa yang akan ia alami itu mustahil, tetapi Maria menyadari bahwa bagi Tuhan pun tidak ada yang mustahil (ay. 37), bahkan Elisabet yang sudah tua pun dapat mengandung anak karena Tuhan yang berkehendak (ay. 36).

Jika demikian, masih adakah di antara kita yang mengaku sebagai hamba Tuhan tetapi justru tidak mau melakukan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita? Seorang hamba tunduk dan melakukan keinginan Tuannya. Berbeda dengan hamba di dunia ini, yang dapat memiliki tuan yang kejam, kita adalah hamba Tuhan. Tuhan kita adalah tuhan yang adil dan berkuasa, tetapi juga penuh dengan kasih. Ketika Tuhan kita meminta kita melakukan sesuatu, percayalah bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan kemampuan kita (1 Kor 10:13). Maria sudah membuktikan diri sebagai hamba Tuhan, yaitu mau taat dan membiarkan Tuhan melakukan bagianNya dalam kehidupannya. Sudahkah kita menjadi hamba Tuhan yang benar-benar mau tunduk kepadaNya?


Bacaan Alkitab: Lukas 1:34-38
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.