Kamis, 22 November 2012

Sadar Usia



Jumat, 23 November 2012
Bacaan Alkitab: 2 Samuel 19:31-39
Sekarang ini aku telah berumur delapan puluh tahun; masakan aku masih dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik? Atau masih dapatkah hambamu ini merasai apa yang hamba makan atau apa yang hamba minum? Atau masih dapatkah aku mendengarkan suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Apa gunanya hambamu ini lagi menjadi beban bagi tuanku raja?” (2 Sam 19:35)


Sadar Usia


Saat ini banyak orang yang lupa akan usianya. Maksud saya adalah bahwa orang tersebut tidak sadar bahwa usianya saat ini masih terlalu muda tetapi sudah memikirkan atau melakukan hal-hal yang belum boleh  dilakukan orang seusia mereka, dan ada juga orang-orang yang tidak sadar bahwa mereka sudah terlalu tua tetapi masih ingin melakukan hal-hal yang sudah bukan waktunya bagi mereka. Contoh paling sederhana adalah bagaimana anak-anak SMP bahkan anak SD sudah mulai mencoba merokok padahal hal tersebut belum pantas bagi anak seusia mereka. Di satu sisi, banyak orang yang sudah tua tetapi masih bersikap seperti anak kecil. Banyak orang yang masih ingin menjadi pemimpin padahal sebenarnya generasi mereka sudah “habis” dan seharusnya digantikan oleh generasi selanjutnya.

Untuk kasus kedua ini, hal ini tidak hanya terjadi di dunia sekuler, bahkan di dalam gereja pun banyak terdapat orang seperti ini. Banyak hamba Tuhan yang sebenarnya sudah sepuh, tetapi tetap memaksakan diri untuk melayani Tuhan. Tidak salah memang, akan tetapi menurut saya, jika memang kondisi fisik sudah tidak memungkinkan, alangkah baiknya hamba Tuhan tersebut mencari pelayanan lain yang tidak terlalu menguras tenaga. Di sisi lain, dengan melakukan demikian maka hal ini akan mempersiapkan generasi di bawahnya untuk mulai mengambil bagian dalam pelayanan tersebut.

Hari ini kita diberi contoh jelas tentang apa yang dilakukan Barzilai. Barzilai adalah orang dari Gilead yang mengikuti raja Daud ketika Daud sedang melarikan diri (ay. 31). Barzilai adalah orang yang sangat tua, tetapi ia adalah orang kaya. Barzilai menyediakan makanan bagi raja selama raja Daud tinggal di Manahaim (ay. 32). Kesetiaan seseorang dapat dilihat ketika kita berada di posisi terendah. Daud pun menyadari hal ini, sehingga ketika ia menemukan orang seperti Barzilai yang mau membantunya pada saat ia menjadi seorang pelarian, Daud pun menawarkan Barzilai untuk ikut bersama-sama dengannya ke Yerusalem dan tinggal di istananya (ay. 33).

Akan tetapi menarik melihat jawaban Barzilai itu. Ia menolak dengan halus dengan alasan bahwa usianya sudah 80 tahun (usia yang cukup tua), dan ia pun sudah tidak bisa mengecap dengan baik atau mendengar dengan baik (ay. 34-35). Barzilai tidak mau menjadi beban bagi raja Daud. Barzilai sudah merasa cukup dengan mendapatkan kehormatan untuk mendampingi raja Daud berjalan menyeberangi sungai Yordan (ay. 36).

Barzilai sadar bahwa usianya juga tidak akan lama lagi. Sebentar lagi ia pun akan mati dan dikuburkan. Barzilai tidak mengambil haknya untuk menikmati hidup di istana, tetapi ia memberikan hak itu kepada hambanya yaitu Kimham. Barzilai mengusulkan agar Kimham yang mengikuti raja Daud dan melayaninya di istana (ay. 37-38). Jika kita melihat apa yang dilakukan Barzilai, kita akan kagum melihat seseorang memiliki pandangan yang sangat luar biasa. Ia menolak tawaran seorang raja karena sadar akan usianya dan memberikan kesempatan kepada generasi di bawahnya untuk maju dan berkembang. Tidak salah raja Daud begitu menghargai Barzilai dan sebelum berpisah raja Daud pun berpamitan dengan mencium Barzilai yang merupakan adat saling menghormati pada waktu itu.

Aplikasinya bagi kita adalah apakah kita bisa bersikap seperti Barzilai? Bukan berarti kita harus menunggu hingga kita menjadi tua atau berumur 80 tahun untuk bisa bertindak seperti Barzilai. Berapapun usia kita, kita pun bisa mencontoh teladan Barzilai. Contohnya, apabila dahulu kita aktif di kegiatan remaja, tetapi usia kita saat ini sudah mencapai usia pemuda, kita bisa menyerahkan pelayanan remaja kepada generasi di bawah kita sedangkan kita mengambil bagian di pelayanan dewasa misalnya. Banyak hal lainnya yang dapat kita lakukan selain hal tersebut. Tetapi pada prinsipnya adalah bagaimana kita sadar akan usia kita dan posisi kita, sehingga kita tidak mengambil bagian orang lain,  tetapi mengerjakan bagian yang seharusnya kita kerjakan.


Bacaan Alkitab: 2 Samuel 19:31-39
19:31 Juga Barzilai, orang Gilead itu, telah datang dari Ragelim dan ikut bersama-sama raja ke sungai Yordan untuk mengantarkannya sampai di sana.
19:32 Barzilai itu sudah sangat tua, delapan puluh tahun umurnya. Ia menyediakan makanan bagi raja selama ia tinggal di Mahanaim, sebab ia seorang yang sangat kaya.
19:33 Berkatalah raja kepada Barzilai: "Ikutlah aku, aku akan memelihara engkau di tempatku di Yerusalem."
19:34 Tetapi Barzilai menjawab raja: "Berapa tahun lagikah aku hidup, sehingga aku harus pergi bersama-sama dengan raja ke Yerusalem?
19:35 Sekarang ini aku telah berumur delapan puluh tahun; masakan aku masih dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik? Atau masih dapatkah hambamu ini merasai apa yang hamba makan atau apa yang hamba minum? Atau masih dapatkah aku mendengarkan suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Apa gunanya hambamu ini lagi menjadi beban bagi tuanku raja?
19:36 Sepotong jalan saja hambamu ini berjalan ke seberang sungai Yordan bersama-sama dengan raja. Mengapa raja memberikan ganjaran yang sedemikian kepadaku?
19:37 Biarkanlah hambamu ini pulang, sehingga aku dapat mati di kotaku sendiri, dekat kubur ayahku dan ibuku. Tetapi inilah hambamu Kimham, ia boleh ikut dengan tuanku raja; perbuatlah kepadanya apa yang tuanku pandang baik."
19:38 Lalu berbicaralah raja: "Baiklah Kimham ikut dengan aku; aku akan berbuat kepadanya apa yang kaupandang baik, dan segala yang kaukehendaki dari padaku akan kulakukan untukmu."
19:39 Kemudian seluruh rakyat menyeberangi sungai Yordan. Juga raja menyeberang, setelah berpamitan dengan Barzilai dengan ciuman. Lalu orang ini pun pulanglah ke tempat kediamannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.