Kamis, 01 November 2012

Syarat yang Sederhana



Jumat, 2 November 2012
Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5:8-14
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."” (2 Raj 5:13)


Syarat yang Sederhana


Apakah ada di antara kita yang pernah datang ke dukun atau “orang pintar” untuk menyembuhkan penyakit kita? Jangan salah, kadang-kadang pengobatan alternatif pun sebenarnya juga bukan alternatif secara medis, karena isinya bisa jadi adalah hal-hal perdukunan. Saya sendiri tidak pernah datang ke tempat-tempat seperti itu, tetapi dari pembicaraan orang-orang, biasanya para dukun atau “orang pintar” tersebut mensyaratkan ritual tertentu dan pantangan tertentu yang harus kita jalani. Ada yang harus minum air khusus setiap jam 12 malam, ada yang harus baca doa 100 kali, dan lain sebagainya.

Jika kita sakit dan kemudian kita datang ke dukun tersebut, apakah kita akan melakukan apa yang ia minta kita untuk lakukan? Jangankan ke dukun, apabila kita sakit dan kemudian dokter berkata, “Bapak tidak boleh makan ini itu, harus banyak minum air putih minimal dua liter sehari, ini obatnya harus diminum tiga kali sehari, lalu setiap minggu bapak harus kontrol ke saya”, sekali lagi saya tanya, apakah kita akan menuruti apa yang dikatakan dokter kita?

Tidak salah memang menuruti saran dokter (Kecuali jika kita menuruti saran dukun, nah itu baru salah). Akan tetapi seringkali saran dokter sebagai manusia kita turuti, tetapi saran atau perintah Tuhan bagi kita justru kita abaikan, bukan karena perintah Tuhan lebih sulit, tetapi kadang-kadang karena perintah Tuhan justru begitu sederhana dan tidak masuk logika kita.

Hal ini terjadi juga pada zaman nabi Elisa. Ada seorang panglima Aram yang bernama Naaman yang minta kesembuhan penyakit kusta dari Tuhan melalui nabi Elisa. Saat itu bangsa Aram sedang berperang dengan bangsa Israel. Salahnya, Naaman justru bertanya ke raja Israel tentang bagaimana menyembuhkan penyakit kustanya. Oleh karena itu, Elisa lalu menyampaikan pesan kepada raja Israel agar Naaman bisa langsung datang ke tempat Elisa (ay. 8). Saat Naaman datang dan tiba di rumah Elisa, pasti ia datang dengan segala kebesarannya (ay. 9), termasuk kuda, kereta, dan seluruh pengawalnya (bisa dibandingkan dengan kemegahan ketika jenderal negara lain datang mengunjungi Indonesia). Saat itu, Elisa tidak langsung menemui Naaman, tetapi hanya menyuruh seorang pesuruh kepada Naaman untuk pergi mandi tujuh kali di sungai Yordan agar Naaman bisa sembuh dari penyakit kustanya (ay. 10).

Apa yang dirasakan Naaman saat itu? Saya yakin Naaman pasti marah, apalagi ia terbiasa bekerja di lingkungan militer (sebagai panglima perang). Ia lalu pergi dengan panas hati kembali ke negerinya (ay. 12). Akan tetapi, pegawai-pegawainya mencoba menenangkan hati Naaman, dan mengucapkan kalimat sederhana namun tepat sasaran, “Andaikata nabi itu (atas perintah Tuhan) menyuruh melakukan perkara yang sulit, bukankan Bapak akan melakukannya juga? Jadi jika Tuhan hanya menyuruh perkara yang mudah, seperti  mandi tujuh kali di sungai Yordan, bukankah lebih baik Bapak melakukannya?” (ay. 13). Untungnya, Naaman melakukan apa yang disarankan pegawai-pegawainya. Ia mandi di sungai Yordan dan setelah tujuh kali mandi, penyakit kustanya pun tahir (ay. 14).

Hal ini memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak selamanya Tuhan mensyaratkan hal yang sulit bagi kita. Memang kadang-kadang kita perlu menyangkal diri kita, kita perlu berdoa hingga bertahun-tahun, berdoa dengan meneteskan air mata, bahkan berdoa disertai dengan berpuasa untuk pergumulan kita yang “berat”. Tetapi kadang-kadang Tuhan pun cukup meminta iman kita. Mungkin selama ini kita menderita sakit penyakit yang tidak sembuh-sembuh, padahal kita sudah berusaha ke dokter, membeli obat, bahkan mungkin juga pernah ke dukun. Ingatlah akan Tuhan kita, yang jauh lebih berkuasa kepada kita. Mungkin Tuhan berbicara kepada kita untuk melakukan tindakan iman, bisa jadi hanya dengan berdoa, bisa jadi hanya dengan meminta tolong kepada hamba Tuhan, bisa jadi juga dengan datang ke sebuah acara kebaktian kebangunan rohani (KKR), dan lain sebagainya. Ingat, di saat orang lain dan juga Iblis mensyaratkan banyak hal untuk menyembuhkan kita, sangat  mungkin Tuhan justru tidak memberi banyak syarat, hanya percaya saja di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan disembuhkan.


Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5:8-14
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.