Senin, 19 November 2012

Menjalar Seperti Kanker



Sabtu, 17 November 2012
Bacaan Alkitab: 2 Timotius 2:16-18
Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker...” (2 Tim 2:17a)


Menjalar Seperti Kanker


Saat saya menulis renungan ini, anak saya yang baru berusia 6 bulan menderita sakit mata. Memang kata dokter pun hanya iritasi biasa yang ditandai dengan mata merah dan berair, tetapi karena anak saya, akhirnya isteri saya pun terkena sakit mata, bahkan menular hingga ke mertua saya dan tetangga. Saat ini, saya yang awalnya sehat-sehat saja pun menjadi terkena sakit mata juga. Dan saat saya menulis renungan ini, awalnya mata kiri saya yang merah, namun sepertinya ini menular ke mata yang satunya lagi.

Saya berpikir, jika sakit mata adalah sakit yang sederhana, tetapi menular begitu cepat, bagaimana dengan penyakit lain yang lebih menular? Dalam Alkitab, disebutkan satu penyakit yang menular dengan sangat cepat, yaitu kanker. Memang kanker tidak menyebar ke orang lain seperti penyakit AIDS atau flu burung. Akan tetapi, kanker dapat menyebar dengan cepat ke bagian dalam tubuh seseorang.

Dalam Alkitab, hanya satu kali kata “kanker” disebutkan (ay. 17a), dan istilah “kanker” tersebut merujuk kepada perkataan yang kosong dan tidak suci yang menambah kefasikan (ay. 16). Mengapa sampai Alkitab mengibaratkan perkataan tidak suci tersebut sebagai kanker? Mengapa bukan dosa lain yang diibaratkan sebagai kanker?

Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut,  tetapi memang perkataan itu sangat mudah sekali menyebar. Lihat saja gosip-gosip yang ada seputar selebritis, bukankah hal tersebut sangat mudah menyebar? Gosip seputar tetangga pun sangat mudah menyebar antar pembantu rumah tangga, atau pada saat arisan. Oleh karena itu, karena perkataan itu sangat mudah menyebar, kita perlu menjaga perkataan-perkataan apa yang akan kita dengarkan dan perkataan apa yang akan kita katakan kepada orang lain.

Paulus sendiri memberi contoh “kanker” semacam ini yaitu perkataan (ajaran) dari Himeneus dan Filetus (ay. 17b). Paulus menyatakan bahwa ajaran dari kedua orang tersebut telah menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan karena menyatakan bahwa kebangkitan orang percaya telah berlangsung (ay. 18a). Paulus sendiri menyatakan bahwa kebangkitan orang percaya hanya akan terjadi satu kali yaitu pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (1 Kor 15:52). Oleh karena itu Paulus meminta Timotius dan juga jemaat Tuhan untuk berhati-hati terhadap perkataan yang demikian karena akan merusak iman kita (ay. 18b).

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati agar kita tidak terlalu banyak mendengarkan perkataan orang lain yang tidak membangun, yang akan merusak iman kita kepada Tuhan. Di sisi lain, kita pun perlu menjaga perkataan kita agar kita tidak menjadi orang-orang yang justru menyampaikan perkataan-perkataan yang tidak benar. Jangan sampai kita terkena “kanker” dan juga jangan sampai kita menjadi penyebar “kanker”. Mari kita menjaga lidah, bibir dan mulut kita dari ucapan-ucapan yang jahat dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan (1 Ptr 3:10).


Bacaan Alkitab: 2 Timotius 2:16-18
2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
2:17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
2:18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.