Senin, 06 Maret 2017

Dampak Kebenaran


Rabu, 8 Maret 2017
Bacaan Alkitab: Yesaya 32:12-17
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yes 32:17)


Dampak Kebenaran


Ketika mendengar kata “kebenaran”, apa hal yang langsung terlintas dalam benak kita? Bagi sebagian orang, kata kebenaran hanyalah suatu kata yang indah maknanya, tetapi sulit untuk dilakukan. Bagi sebagian orang lain, kata kebenaran adalah kata yang terlalu muluk-muluk dan mustahil, yang hampir tidak mungkin ada lagi di dunia modern saat ini. Mungkin ada juga sebagian orang yang berpendapat bahwa kebenaran adalah istilah Kristen yang cukup ada di gereja dan tidak perlu dibahas di lingkungan luar gereja (di masyarakat, di kantor, dan lain sebagainya). Bagi saya, pendapat orang yang menganggap bahwa kebenaran itu sebagai sesuatu yang kuno atau kurang berarti, itu adalah pertanda bahwa mereka belum sungguh-sungguh mengenal apakah kebenaran itu.

Bacaan Alkitab kita hari ini berbicara tentang perkataan Tuhan melalui nabi Yesaya yang disampaikan kepada bangsa Yehuda, yaitu dimulai dari seruan kepada bangsa Yehuda untuk meratapi ladang dan kebun mereka yang melimpah (ay. 12), rumah dan kota yang penuh kesenangan (ay. 13b), serta juga tanah-tanah kosong yang tak berpenghuni (ay. 13a). Nabi Yesaya memperingatkan kepada bangsa Yehuda yaitu kondisi sebenarnya dari tanah Yehuda yang sedang menuju kepada kehancuran, dimana kota-kota menjadi sepi, menara yang diratakan dengan tanah, serta kawanan hewan liar yang ada di tanah-tanah Yehuda (ay. 14).

Tentu hal ini bukan dengan tiba-tiba terjadi, tetapi ini adalah hukuman Allah atas dosa-dosa dan kejahatan bangsa Yehuda di hadapan-Nya. Sampai kapan kondisi yang menyedihkan ini berlangsung? Alktab menjawab bahwa kondisi yang memprihatinkan tersebut akan tetap berlangsung sampai dengan ada Roh Tuhan yang dicurahkan dari atas (ay. 15a). Hal ini bukan berarti bangsa Yehuda hanya bersikap pasif sampai dengan Tuhan mencurahkan Roh-Nya, akan tetapi justru harus diartikan bahwa bangsa Yehuda harus mengejar Tuhan, dalam hal ini mengejar kekudusan-Nya, mengejar keadilan-Nya, dan mengejar kebenaran-Nya. Bangsa Yehuda harus bertobat dan senantiasa hidup benar di hadapan Tuhan, barulah ada pemulihan, yang digambarkan sebagai padang gurun yang berubah menjadi kebun buah, serta kebun buah yang kemudian menjadi hutan (untuk menggambarkan tanaman yang sangat lebat) (ay. 15b). 

Jika bangsa Yehuda sungguh-sungguh bertobat, maka akan ada keadilan di padang gurun dan kebenaran di kebun buah-buahan mereka (ay. 16). Keadilan dan kebenaran itulah yang akan mengubah (mentransformasi) padang gurun menjadi kebun buah-buahan dan kebun buah-buahan menjadi hutan. Dengan kata lain, jika bangsa Yehuda mau bertobat serta berusaha hidup dalam keadilan dan kebenaran Tuhan, maka akan ada pemulihan bagi mereka. Pemulihan ini berlaku di segala bidang, termasuk juga dalam hal ekonomi (padang gurun yang awalnya tak berarti kemudian bisa menjadi kebun buah yang menghasilkan buah-buahan).

Selain itu, Tuhan juga menyampaikan hal yang penting bahwa pasti ada dampak atau konsekuensi positif dari kemauan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Alkitab menulis bahwa di mana ada kebenaran, di situ akan tumbuh damai sejahtera (ay. 17a). Kebenaran yang sejati akan menghasilkan damai sejahtera, tidak hanya bagi orang yang melakukan kebenaran tersebut, tetapi juga orang-orang disekitarnya. Akan ada damai sejahtera yang sejati yang nyata berdampak bagi lingkungan sekitar, bukan hanya “kedamaian” yang semu. Oleh karena itu, jika orang-orang lain berusaha membuat damai atau kedamaian yang semu, orang yang hidup benar tidak perlu mengejar damai karena secara otomatis pasti kebenaran itu akan menghasilkan damai sejahtera yang benar. 

Selain damai sejahtera, Alkitab juga mengatakan bahwa akibat kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya (ay. 17b). Dalam hal ini, harus dimaknai bahwa kebenaran yang sejati sangatlah mungkin tidak akan memberikan kenyamanan, ketenangan, dan ketentraman di dunia ini. Dunia ini sudah semakin rusak, sehingga umat Tuhan harus dibuat tidak nyaman dan tidak aman di bumi ini supaya merindukan langit yang baru dan bumi yang baru. Namun demikian, dalam kondisi dunia seperti apapun, akan ada ketenangan dan ketentraman yang dari Tuhan asalnya. Ini bukan berarti hidup kita tidak akan mengalami masalah, tetapi justru sangat mungkin akan mengalami banyak masalah, tetapi di situlah Tuhan akan membuat kita dewasa dan semakin mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita, sehingga hidup kita menjadi hidup yang berarti, yang diletakkan pada tangan Tuhan yang kuat.


 
Bacaan Alkitab: Yesaya 32:12-17
32:12 Ratapilah ladangmu yang permai, dan pohon anggurmu yang selalu berbuah lebat,
32:13 ratapilah tanah bangsaku yang ditumbuhi semak duri dan puteri malu, bahkan juga segala rumahmu tempat bergirang-girang di kota yang penuh keriaan.
32:14 Sebab purimu sudah ditinggalkan dan keramaian kotamu sudah berubah menjadi kesepian. Bukit dan Menara sudah menjadi tanah rata untuk selama-lamanya, menjadi tempat kegirangan bagi keledai hutan dan tempat makan rumput bagi kawanan binatang.
32:15 Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
32:16 Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran.
32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.