Selasa, 28 Maret 2017

Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 4): Tujuan Firman Tuhan Diberitakan



Kamis, 30 Maret 2017
Bacaan Alkitab: Yeremia 23:21-24
Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat. (Yer 23:22)

Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 4): Tujuan Firman Tuhan Diberitakan

Masih dalam kaitan dengan pergumulan Yeremia melawan nabi-nabi palsu, dikatakan bahwa Tuhan tidak pernah mengutus nabi-nabi palsu tersebut tetapi ternyata mereka giat menyuarakan suara kenabian (tentu suara kenabian yang palsu) (ay. 21a). Ini berbicara sangat dalam bahwa nabi-nabi palsu itu sedang berpikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah ibadah dan pelayanan bagi Allah. Mereka merasa bahwa ketika mereka menyampaikan “firman” yang menyenangkan telinga, yang menyenangkan hati umat, di situ mereka sedang melayani Allah. Padahal sebenarnya itu adalah suatu kesalahan besar! Tuhan tidak pernah menyampaikan Firman seperti itu kepada umat-Nya, tetapi para nabi palsu itu sering mengucapkan nubuat-nubuat menurut selera mereka sendiri dan bukannya menyuarakan nubuat dari Tuhan (ay. 21b). 

Dalam hal ini Tuhan mengingatkan satu hal kepada saya, bahwa jika para nabi-nabi palsu itu memiliki suatu hubungan yang baik dengan Tuhan, pastilah ia mengerti apa isi hati Tuhan. Ibarat seseorang yang bisa bercakap-cakap dan berdialog dengan Tuhan, yaitu hadir dalam musyawarah dengan Tuhan (ay. 22a). Ketika seorang nabi memiliki suatu hubungan yang baik dengan Tuhan, pastilah ia mengerti apa yang Tuhan inginkan dari penyampaian Firman Tuhan. Nabi itu pasti tidak akan menyampaikan apa yang hanya menyenangkan para pendengar tetapi akan menyampaikan apa yang menyenangkan Tuhan.

Dalam hal ini tujuan utama penyampaian Firman Tuhan adalah supaya orang yang mendengarnya kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatan-Nya yang jahat (ay. 22b). Dalam kata yang lebih sederhana, tujuan utama penyampaian Firman Tuhan adalah supaya orang yang mendengarnya dapat bertobat. Inilah tujuan Tuhan berbicara melalui para nabi dan hamba-hamba-Nya. Untuk apa Firman Tuhan diberitakan jika tidak ada pertobatan? Untuk apa khotbah disampaikan di atas mimbar gereja jika jemaat tidak bertobat? Untuk apa ada ibadah-ibadah di hari minggu dan hari-hari lainnya jika jemaat hanya menganggapnya sebagai rutinitas belaka tanpa ada pertobatan? Inilah inti dari segenap pelayanan gereja Tuhan, yaitu supaya ada pertobatan. Pertobatan di sini adalah mereka yang belum mengenal Tuhan menjadi mengenal Tuhan; Mereka yang belum percaya Tuhan menjadi percaya Tuhan; Mereka yang masih hidup dalam dosa menjadi bertobat dan meninggalkan dosa; Jemaat yang sudah baik menjadi sempurna; Termasuk para pelayan Tuhan dan pendeta juga perlu bertobat, dalam artian semakin mengerti isi hati Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dengan sempurna.

Tuhan kita bukanlah Tuhan yang terbatas. Tuhan bisa menjangkau ketika kita dekat maupun ketika kita jauh (ay. 23-24). Ini berarti bahwa Tuhan ingin semua orang bertobat, baik kita yang dekat (yaitu kita yang sudah beribadah bahkan melayani di gereja) maupun kita yang jauh (yaitu kita yang masih hidup dalam dosa dan masih mengeraskan hati terhadap Tuhan). Tuhan mengasihi semua orang dan tidak ingin ada seorang pun yang binasa. Namun respon manusialah yang membuat anugerah Tuhan menjadi sia-sia ketika mereka tidak mau menerima anugerah tersebut. Bukan bagian kita menentukan respon orang yang mendengar khotbah kita, tetapi adalah bagian kita untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan yang mendorong pertobatan setiap orang. Di situlah kita akan dinilai, apakah kita nabi-nabi yang benar ataukah kita sebenarnya adalah nabi-nabi palsu.



Bacaan Alkitab: Yeremia 23:21-24
23:21 "Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.
23:22 Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat.
23:23 Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah yang dari jauh juga?
23:24 Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.