Kamis, 30 Maret 2017

Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 7): Memutarbalikkan Perkataan Allah



Minggu, 2 April 2017
Bacaan Alkitab: Yeremia 23:33-36
Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita. (Yer 23:36)


Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 7): Memutarbalikkan Perkataan Allah


Beberapa waktu yang lalu saya sempat menyinggung tentang istilah “Turn Back Truth” dalam renungan saya. Ini merujuk pada sikap para ahli Taurat dan orang Farisi yang suka memutarbalikkan kebenaran. Dalam Perjanjian Lama, hal ini sebenarnya juga sudah dilakukan oleh nabi-nabi palsu yang suka memutarbalikkan perkataan Allah (ay. 36c). Dalam hal ini, ketika Yeremia menyuarakan suara kebenaran, yaitu Firman Tuhan yang murni dan orisinil kepada bangsa Yehuda, justru bangsa Yehuda (yang diwakili oleh para nabi dan imam) bertanya kepada Yeremia: “Apakah sabda yang dibebankan oleh Tuhan?” (ay. 33a). Tuhan mengingatkan Yeremia supaya Yeremia juga berani menjawab dengan tegas, bahwa merekalah (para nabi dan imam, yaitu para nabi palsu dan imam-imam yang fasik) yang merupakan beban bagi Tuhan (ay. 33b). 

Para nabi dan imam yang seharusnya menyampaikan kebenaran dan mengajarkan kebenaran justru berlaku sebaliknya. Mereka tidak sadar bahwa karena merekalah maka segenap bangsa Yehuda mengalami penderitaan. Tuhan berkata bahwa nabi-nabi palsu dan imam-imam fasik akan dibuang dari hadapan Tuhan (ay. 33c). Tidak hanya diri mereka sendiri, tetapi karena begitu jahatnya mereka maka keluarga mereka pun tak luput dari pembalasan Tuhan (ay. 34). Dalam hal ini kita harus mengerti bahwa keluarga para nabi palsu dan keluarga para imam yang fasik itu sudah menikmati hidup terhormat di masyarakat. Tidak jarang di antara keluarga mereka yang juga menikmati harta dan kekayaan dari hasil “kejahatan” yang telah dilakukan. Jika keluarga mereka hidup benar, pastilah keluarga mereka mengingatkan nabi palsu dan imam yang fasik tersebut untuk bertobat. Tetapi nyatanya tidaklah demikian. Keluarga para nabi palsu dan imam yang fasik tersebut justru menantang dengan perkataan: “Apakah jawab Tuhan itu?” atau “Apakah Firman Tuhan itu?” (ay. 35). Dalam bahasa yang lebih sederhana, mereka seolah-olah berkata: “Bukankah kami bisa menikmati kekayaan dari hasil nubuatan palsu dan pelayanan yang fasik itu adalah berkat Tuhan?”. Ini betul-betul pelecehan yang sangat mengerikan terhadap kekudusan pelayanan Tuhan.

Terhadap para nabi palsu dan imam yang fasik (dan juga keluarga mereka yang berada di pihak mereka), Tuhan berfirman kepada Yeremia untuk tidak perlu menyampaikan sabda Tuhan kepada mereka (ay. 36a). Hati mereka telah terlalu tumpul dan pikiran mereka telah terlalu bebal untuk dapat mengerti kebenaran. Terhadap mereka maka Tuhan akan membiarkan perkataan mereka menjadi beban bagi diri mereka sendiri (ay. 36b). Mereka akan dihakimi menurut perkataan mereka sendiri. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak sampai memutarbalikkan kebenaran Firman Tuhan. Jika ada di antara kita yang melayani sebagai pemberita Firman, jangan sampai kita memutarbalikkan kebenaran. Memang ada kalanya kita masih belum mengerti benar tentang suatu topik tertentu sehingga kita kurang pas dalam menyampaikan Firman Tuhan. Dalam hal ini, kita harus senantiasa belajar supaya kita semakin mengerti Firman Tuhan dan dapat menyampaikan apa yang benar. Tetapi jika kita sudah tahu apa yang benar tetapi dengan sengaja menyampaikan apa yang keliru demi keuntungan kita sendiri, maka di situ kita sudah memutarbalikkan Firman Tuhan. Betapa bahayanya jika hati kita menjadi tumpul dan tidak terganggu ketika kita dengan sengaja memutarbalikkan Firman Tuhan. Itulah yang terjadi pada para nabi palsu dan imam yang fasik. Jangan kita mencontoh kesalahan yang mereka lakukan, tetapi berusahalah untuk dapat mengerti Firman Tuhan dengan benar dan tidak sampai memutarbalikkan kebenaran.



Bacaan Alkitab: Yeremia 23:33-36
23:33 Apabila bangsa ini -- baik nabi ataupun imam -- bertanya kepadamu: Apakah Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:35 Beginilah harus kamu katakan, masing-masing kepada temannya dan masing-masing kepada saudaranya: Apakah jawab TUHAN? atau: Apakah firman TUHAN?
23:36 Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.