Selasa, 28 Maret 2017

Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 3): Harapan yang Sia-sia



Rabu, 29 Maret 2017
Bacaan Alkitab: Yeremia 23:16-20
Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN” (Yer 23:16)


Yeremia vs Nabi-nabi Palsu (Bagian 3): Harapan yang Sia-sia


Dalam melawan nabi-nabi palsu, Yeremia mengemukakan satu hal yang dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Tuhan dalam membedakan manakah ajaran yang benar dan mana yang palsu. Dalam hal ini, nabi-nabi palsu dikatakan sebagai orang-orang yang hanya memberikan harapan yang sia-sia (ay. 16a). Memang nabi-nabi palsu itu seperti memberikan harapan yang baik kepada para pendengarnya. Dalam hal ini mereka menjanjikan suatu kemakmuran, suatu kebahagiaan, suatu kesenangan, suatu ketentraman, suatu perlindungan, dan hal-hal positif lainnya  yang berasal . Tetapi mereka lupa atau sengaja tidak mengingatkan mengenai keadilan Tuhan. Artinya, perlindungan dan berkat-berkat Tuhan itu memang disediakan Tuhan bagi umat-Nya, akan tetapi, di sisi yang lain, umat yang benar juga harus berjuang untuk hidup benar di hadapan-Nya.

Jika sisi kewajiban umat Tuhan tidak pernah ditekankan namun hanya sisi berkat dan kasih Tuhan yang ditekankan, itu sama saja dengan membohongi umat. Dan sedihnya lagi, banyak umat bisa disenangkan dengan khotbah-khotbah yang seperti ini: “Kamu akan selamat meskipun kamu menista Firman Tuhan; Kamu akan dilindungi meskipun kamu degil hatinya” (ay. 17). Khotbah-khotbah semacam ini meskipun kelihatannya rohani dan mengutip ayat-ayat Alkitab, sebenarnya adalah kepalsuan di hadapan Tuhan. Para nabi palsu tersebut merasa berada di sisi Tuhan, sepertinya sudah ikut dalam dewan musyawarahnya Tuhan, padahal mereka sama sekali tidak memperhatikan Firman Tuhan (ay. 18).

Biasanya, yang ditekankan oleh para nabi palsu adalah “ketenangan dan damai sejahtera yang palsu”. Mereka mengajarkan bahwa jemaat adalah umat pilihan Allah sehingga akan tetap dibela Tuhan walaupun hidupnya tidak kudus. Ini tidak akan mendorong umat pilihan untuk hidup kudus dan sempurna. Ini menjadikan kekristenan tidak ada bedanya dengan agama-agama lain, bahkan membuat kekristenan menjadi rendah dan miskin. Padahal Tuhan sendiri berkata bahwa murka Tuhan akan menimpa kepala orang-orang fasik (ay. 19-20). Bagaimana mungkin nabi-nabi palsu ini mengatakan “damai sejahtera” kepada orang-orang yang tidak mau bertobat?

Tuhan ingin adanya pertobatan dari semua orang, baik itu orang yang belum mengenal Tuhan, orang yang sudah mengenal Tuhan, bahkan para imam dan nabi harus senantiasa bertobat. Bertobat di sini artinya adalah mengerti jalan Tuhan dan kembali ke jalan yang benar itu. Oleh karena itu, para nabi-nabi Tuhan dari zaman dahulu hingga saat ini pastilah menyuarakan pertobatan, termasuk nabi Yeremia. Jika ada seorang nabi yang tidak mengkhotbahkan tentang pertobatan, maka hal tersebut wajib kita cermati dan waspadai. Jangan-jangan ia hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri dan bukan apa yang datang dari mulut Tuhan (ay. 16b).

Ini juga harus menjadi perhatian kita sebagai umat Perjanjian Baru yang hidup di akhir zaman ini. Jangan kita mudah diperdaya dengan harapan-harapan palsu dan sia-sia. Memang Tuhan bisa berbicara melalui hamba-hamba-Nya yang benar. Tetapi banyak juga orang yang mengaku diri sebagai hamba-hamba Tuhan dan menyampaikan kabar yang menyenangkan telinga. Ujilah apakah Firman yang disampaikan adalah Firman Tuhan yang murni dan benar, dan bukan hanya karangan manusia dengan harapan yang muluk-muluk semata. Ujilah apakah Firman Tuhan tersebut membawa kita kepada pertobatan yang sejati, ataukah hanya meninabobokan kita sehingga kita tetap hidup dalam dosa dan kesukaan diri kita sendiri.



Bacaan Alkitab: Yeremia 23:16-20
23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
23:18 Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?
23:19 Lihatlah, angin badai TUHAN, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, -- angin puting beliung -- dan turun menimpa kepala orang-orang fasik.
23:20 Murka TUHAN tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.