Rabu, 15 Maret 2017

Kewaspadaan Umat Perjanjian Baru (9): terhadap Kemurtadan


Jumat, 17 Maret 2017
Bacaan Alkitab: Ibrani 3:12-14
Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. (Ibr 3:12)


Kewaspadaan Umat Perjanjian Baru (9): terhadap Kemurtadan


Dalam serial topik renungan mengenai kewaspadaan umat Perjanjian Baru, pada hari ini kita akan belajar mengenai salah satu hal yang harus kita waspadai, yaitu kemurtadan. Kata murtad dalam bahasa aslinya adalah aphistémi (ἀφίστημι) yang memiliki arti dasar yaitu pergi, meninggalkan, atau mundur/menarik diri. Tentu dalam hal ini, orang baru bisa dikatakan murtad jika ia sudah pernah mengenal kebenaran namun kemudian dengan kesadaran penuh ia meninggalkan kebenaran itu. Dalam konteks kekristenan, murtad sering dipandang sebagai “kehilangan keselamatan”.

Dalam hal ini kita perlu membangun pengertian bahwa keselamatan itu tidak boleh dipandang hanya dalam aspek “masuk surga”. Keselamatan harus dipandang setidaknya dalam 3 aspek: 1) aspek masa lalu (past), yaitu ketika Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus dosa dunia; 2) aspek masa kini (present) dimana adalah kewajiban kita semua untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar; dan 3) aspek masa yang akan datang, yaitu ketika orang-orang yang telah setia mengerjakan keselamatan akan diperkenankan untuk memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus dalam Kerajaan-Nya yang kekal.

Ketiga aspek ini adalah satu kesatuan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Adalah sangat naif jika orang Kristen hanya memandang karya keselamatan sudah selesai dituntaskan oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu dan kita cukup menerimanya dan mengamininya tanpa perlu melakukan apapun. Adalah sangat naif juga jika ada orang Kristen yang memandang bahwa keselamatan itu hanya sekedar masuk dunia yang akan datang. Keselamatan harus dilihat secara menyeluruh dan tidak dapat dilihat secara parsial.

Kemurtadan seseorang tentu tidak akan terjadi secara tiba-tiba. Alkitab menuliskan bahwa kemurtadan biasanya diawali oleh hati yang jahat dan yang tidak percaya (ay. 12a). Hati yang jahat berbicara tentang kondisi yang jahat di dalam diri manusia, ibarat monster yang tidak terlihat dari luar. Jika hati seseorang sudah jahat dan kondisi itu tetap dipelihara, maka lambat laun ia tidak akan dapat mempercayai Tuhan sepenuhnya. Ia akan mudah dipengaruhi oleh kondisi di luar yang mengikis imannya. Jika orang ini tidak segera bertobat (yaitu mematikan monster dalam dirinya), maka ia akan dapat murtad dari jalan Allah (ay. 12b).

Hal kedua yang dapat membuat orang murtad adalah tipu daya dosa. Dosa tidak boleh hanya dipandang sebagai pelanggaran atas hukum Allah, tetapi juga harus dilihat sebagai sebuah “kemelesetan” dari apa yang dirancangkan oleh Allah. Manusia tidak boleh hanya bangga menjadi orang baik, tetapi harus berjuang untuk menjadi sempurna di hadapan Allah. Dosa membuat manusia menjadi pribadi yang tidak utuh di hadapan Allah, sehingga kita semua perlu memiliki pertobatan setiap hari. Orang yang tidak mau bertobat (yaitu mereka yang tidak mau berubah secara progresif untuk menjadi manusia yang sempurna), dapat menjadi tegar hati karena tipu daya dosa (ay. 13b).

Oleh karena itu penting bagi kita untuk tetap teguh berpegang pada keyakinan iman yang benar di dalam Kristus (ay 14b). Ini sejajar dengan perintah untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Flp 2:12). Tidak hanya itu saja, kita juga harus mampu membantu saudara seiman kita supaya tidak murtad. Salah satu solusinya adalah dengan saling mengingakan dan saling menasehati selagi masih ada waktu (ay. 13a). Penting bagi kita untuk tidak hanya yakin terhadap keselamatan kita, tetapi harus sampai tahu dengan pasti bahwa kita telah beroleh bagian di dalam Kristus Yesus (ay. 14a). Orang yang baru sampai pada level “mudah-mudahan” atau “hanya yakin” memiliki keselamatan, mungkin masih bisa murtad. Akan tetapi orang yang tahu dengan pasti terhadap keselamatan dirinya, tidak mungkin bisa murtad. Pertanyaannya, sudah di level mana kita saat ini? Jika kita masih belum tahu pasti tentang keselamatan kita, maka kita perlu meswaspadainya.


Bacaan Alkitab: Ibrani 3:12-14
3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.