Kamis, 23 Maret 2017

Diangkat Tuhan sebagai Penguji



Minggu, 26 Maret 2017
Bacaan Alkitab: Yeremia 6:27-30
Aku telah mengangkat engkau di antara umat-Ku sebagai penguji, engkau harus tahu bagaimana menyelidikinya, dan harus menguji tingkah langkah mereka. (Yer 6:27)


Diangkat Tuhan sebagai Penguji


Ketika kita mendengar kata “penguji”, apa yang ada di benak kita? Saya sendiri ketika mendengar kata “penguji”, saya teringat kepada penguji skripsi dimana mahasiswa harus dapat mempertanggungjawabkan tulisan skripsinya kepada para dosen penguji. Kata “penguji” pada intinya adalah orang yang menguji atau melakukan pengujian. Menguji sendiri bisa diartikan sebagai melakukan percobaan untuk mengetahui mutu atau kualitas sesuatu. Dalam contoh yang saya berikan di atas, seorang dosen menguji akan menanyai mahasiswa supaya ia mengerti kualitas atau mutu tulisan skripsi yang dibuat oleh mahasiswa tersebut, apakah ia benar-benar menguasai topik yang dipilih, atau ia hanya mencontek karya orang lain tanpa mengerti substansinya.

Dalam bacaan Alkitab kita hari ini, kita membaca bagaimana Tuhan mengangkat Yeremia sebagai seorang penguji (ay. 27a). Dalam hal ini, Tuhan memberi tugas kepada Yeremia untuk mengetahui cara untuk mengerti kualitas iman yang dimiliki umat Israel (ay. 27b). Yeremia juga harus menguji (melihat kualitas) dari tingkah laku mereka (ay. 27c). Permasalahan yang dihadapi Yeremia tidaklah sederhana. Jika dilihat dari sudut pandang liturgi agama Yahudi, apa yang dilakukan oleh umat Israel sudah benar dan tidak ada salahnya. Mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan, mereka memberi persembahan ke Bait Suci, dan lain sebagainya. Namun demikian, Tuhan memberi petunjuk kepada Yeremia bahwa ternyata Yeremia harus menguji umat Israel lebih dalam lagi.

Memang benar, pada masa Yeremia hidup, para imam tetap melakukan ibadah seperti biasa, masih ada pengorbanan domba di Bait Suci, dan lain sebagainya. Namun demikian, di mata Tuhan, umat Israel adalah pendurhaka belaka (ay. 28a). Mereka suka berjalan kesana kemari untuk mengucapkan perkataan fitnah (ay. 28b). Sesungguhnya mereka sedang berlaku busuk di hadapan Tuhan (ay. 28c).

Tuhan menggambarkan kehidupan umat Israel seperti seseorang yang sedang melebur logam. Dalam proses peleburan logam itu, ia menginginkan supaya muncul logam yang berharga seperti emas. Namun demikian, apa yang keluar dari dalam api hanyalah logam-logam yang tidak berharga (ay. 29a). Si pelebur terus menerus melebur logam untuk mencari emas, yaitu logam-logam yang berkualitas tinggi dan berharga tinggi. Akan tetapi, ternyata sangat sulit mencari yang benar di antara yang jahat. Si pelebur ingin menguji kualitas logam, yaitu logam yang murni tanpa campuran, tetapi sulit memperolehnya (ay. 29b).

Ini adalah gambaran bagaimana beratnya tugas Yeremia sebagai penguji umat Israel. Bahkan hingga akhirnya, di hadapan Tuhan, mereka bagaikan perak yang ditolak. Ketika Tuhan mengharapkan kualitas seperti emas dari hasil pengujian, maksimal mereka hanya memiliki kualitas seperti perak. Itu adalah kualitas yang tetap ditolak oleh Tuhan (ay. 30). Tuhan ingin standar seperti emas, dan umat Israel harus berjuang untuk mampu memiliki standar emas tersebut.

Kita pun memiliki persoalan dan tantangan yang sama. Mungkin ada di antara kita yang diangkat Tuhan sebagai penguji, di situlah tugas kita tidak mudah. Kita harus dapat menguji orang lain dan juga menjaga kualitas iman kita. Semua orang (termasuk mereka yang diangkat sebagai penguji) akan diuji juga oleh Tuhan. Apa hasilnya ketika Tuhan menguji kita? Apakah kita memiliki kualitas seperti emas? Jika belum, maka mari kita berjuang untuk menjadi emas di hadapan Tuhan, sehingga ketika saat itu tiba, ketika Tuhan menguji kita, maka kita akan timbul seperti emas (Ay 23:10).



Bacaan Alkitab: Yeremia 6:27-30
6:27 Aku telah mengangkat engkau di antara umat-Ku sebagai penguji, engkau harus tahu bagaimana menyelidikinya, dan harus menguji tingkah langkah mereka.
6:28 Semua mereka adalah pendurhaka belaka, berjalan kian kemari sebagai pemfitnah; sekaliannya mereka berlaku busuk!
6:29 Puputan sudah mengembus, tetapi yang keluar dari api hanya timah hitam, tembaga dan besi. Sia-sia orang melebur terus-menerus, tetapi orang-orang yang jahat tidak terpisahkan.
6:30 Sebutkanlah mereka perak yang ditolak, sebab TUHAN telah menolak mereka!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.