Senin, 20 Maret 2017

Kewaspadaan Umat Perjanjian Baru (13): terhadap Hilangnya Keselamatan



Selasa, 21 Maret 2017
Bacaan Alkitab: 2 Yohanes 1:7-9
Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. (2 Yoh 1:8)


Kewaspadaan Umat Perjanjian Baru (13): terhadap Hilangnya Keselamatan


Hal terakhir yang harus kita waspadai sebagai umat Perjanjian Baru adalah terhadap hilangnya keselamatan. Bagian bacaan Alkitab kita hari ini mengingatkan kita agar kita senantiasa waspada supaya kita jangan kehilangan apa yang telah dikerjakan itu, tetapi supaya kita mendapat upah kita sepenuhnya (ay. 8). Apakah yang sudah dikerjakan? Tentu dalam hal ini berbicara tentang apa yang para rasul (karena Yohanes sebagai penulis surat 2 Yohanes ini juga adalah rasul) kerjakan dalam pelayanannya. Mereka antara lain mengajarkan jemaat supaya tetap tinggal dalam ajaran Kristus (ay. 9a). Mereka mengajarkan Injil yang benar, yaitu dalam hal ini adalah pemberitaan Injil dimana nama Tuhan Yesus ditinggikan dan dimuliakan.

Selain Injil yang benar, ada pula “Injil yang lain” yang sebenarnya bukan Injil. “Injil yang lain” itu adalah “injil yang menyesatkan”, yaitu “injil” yang tidak mengagungkan Tuhan, tidak mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia sebagai manusia. Ini adalh ciri-ciri dari penyesatan yang dilakukan oleh antikristus (ay. 7). Menghadapi hal ini, kita senantiasa perlu waspada. Penyesatan memang harus diwaspadai. Tetapi kita harus mengerti bahwa ada penyesatan yang “parsial”, namun ada pula penyesatan yang “total”. Penyesatan yang parsial mungkin masih mengakui Yesus adalah Tuhan, tetapi mungkin membuat orang Kristen tidak total mengiring Tuhan. Sebaliknya, ada pula penyesatan yang “total”, yaitu penyesatan yang membuat orang tidak lagi mengakui Yesus sebagai Tuhan. Sebaliknya, Yesus hanya dianggap sebagai manusia biasa, atau hanya sebagai nabi.

Jika penyesatan itu tidak segera dilawan dengan kebenaran Firman Tuhan, maka lambat laun manusia yang mendengar “injil yang sesat” itu akan dapat kehilangan iman yang benar. Apa yang selama ini sudah diajarkan oleh guru sekolah minggu, guru agama, pengkhotbah, penginjil, dan pendeta, bisa hilang ditelan oleh ajaran-ajaran yang menyesatkan itu. Jika iman itu semakin hilang dan tidak diperbaiki lagi, maka kita akan kehilangan keselamatan. Keselamatan adalah hal yang progresif, yang juga harus kita kerjakan dengan takut dan gentar (Flp 2:12).

Sesungguhnya Tuhan sudah menyiapkan upah kepada kita yang mampu bertahan dan menang hingga akhir. Sama seperti Tuhan memberikan hadiah atau upah kepada 7 jemaat yang mampu setia hingga akhir di kitab Wahyu, demikian pula kita juga akan menerima upah kita jika kita mampu setia hingga akhir. Ini artinya menjaga dan bahkan mengerjakan keselamatan yang ada pada diri kita. Namun jika kita tidak hati-hati, maka janji yang kita miliki akhirnya akan musnah. Kita tidak akan mendapatkan upah kita yang seharusnya, yaitu memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus sebagai anggota keluarga Kerajaan Allah. Memang masih ada kemungkinan kita tetap diperkenankan masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat, namun jika tidak berhati-hati dan waspada, kita bisa kehilangan keselamatan seperti yang dialami oleh mereka yang tidak dikenal oleh Allah (Mat 7:21-23). Dalam hal ini kita harus berani memilih dan mempertaruhkan segenap hidup kita pada pilihan tersebut: 1) mengikut Tuhan; atau 2) tidak mengikut Tuhan. Tuhan tidak ingin kita setengah-setengah. Mana yang kita akan pilih?


Bacaan Alkitab: 2 Yohanes 1:7-9
1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.