Jumat, 04 Januari 2013

Kesempatan Kedua



Kamis, 3 Januari 2013
Bacaan Alkitab: Yunus 3:1-5
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."” (Yun 3:1-2)


Kesempatan Kedua


Yunus adalah salah satu orang yang beruntung di dunia ini, karena ia mendapatkan kesempatan kedua dari Tuhan. Semua pasti pernah membaca tentang bagaimana Tuhan menyuruh Yunus untuk pergi ke Niniwe tetapi Yunus justru melarikan diri ke Tarsis dengan kapal, dan selanjutnya bagaimana Yunus dilempar ke laut, tinggal di dalam perut ikan selama tiga hari dan tiga malam lalu kemudian dimuntahkan ikan kembali ke darat. Saat itulah Tuhan kemudian memberikan kesempatan kedua kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe dan menyampaikan Firman Tuhan kepada penduduk kota tersebut (ay. 1-2).

Jika kita perhatikan perintah Tuhan kepada Yunus di ayat 1 dan 2, kita akan menemukan bahwa perintah itu pada intinya sama dengan perintah awal Tuhan kepada Yunus (Yun 1:1-2). Tuhan memberikan perintah yang sama pada kesempatan kedua ini. Tuhan bisa saja memakai orang lain menggantikan Yunus. Apa susahnya sih bagi Tuhan untuk mengutus orang lain yang lebih taat untuk melakukan tugas ini. Akan tetapi Tuhan tetap mau memakai Yunus untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah Tuhan tetapkan baginya.

Kali ini, pada kesempatan kedua Yunus mau taat dengan perintah Tuhan. Ia pergi ke Niniwe sesuai dengan Firman Allah yang dinyatakan Allah kepadanya (ay. 3a). Setelah semua usahanya untuk menolak Firman Allah pada kesempatan pertama, Yunus sadar bahwa ia tidak bisa melawan Allah dan akhirnya memutuskan untuk taat. Alkitab mengatakan bahwa Niniwe adalah sebuah kota yang luar biasa luas, sehingga membutuhkan waktu tiga hari perjalanan untuk mengelilinginya (ay. 3b). Yunus kemudian masuk ke dalam kota, menuju ke pusat kota yang membutuhkan waktu sehari perjalanan, kemudian ia pun menyampaikan Firman Tuhan. Sebenarnya Firman Tuhan ini sangat sederhana: “40 hari lagi kota ini akan ditunggangbalikkan (dihukum Tuhan)” (ay. 4). Hanya sesederhana itu Firman Tuhan. Tuhan tidak menyampaikan Firman yang sukar, sulit, rumit, atau njelimet. Hanya suatu Firman yang sederhana tetapi langsung mengena ke sasaran. Hasilnya, orang Niniwe, baik orang dewasa maupun anak-anak percaya kepada Allah, mereka berpuasa dan berkabung memohon belas kasihan Tuhan agar Tuhan  tidak menunggangbalikkan kota mereka (ay. 5).

Pelajaran bagi kita hari ini, sedapat mungkin jangan sampai membuat Tuhan memberikan kesempatan kedua bagi kita. Sedapat mungkin biarlah kita langsung melakukan apa yang Tuhan perintahkan pada kesempatan pertama. Jangan menunda-nunda melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan, karena mungkin saja tidak ada kesempatan kedua bagi kita. Jika ada di antara kita yang masih mendapatkan kesempatan kedua, ketiga, atau seterusnya, jangan sia-siakan kesempatan tersebut, karena kita tidak akan pernah tahu apakah kesempatan yang terakhir bagi kita. Manfaatkan kesempatan yang ada, sama seperti penjahat yang ada di samping Yesus di atas kayu salib. Ia memanfaatkan kesempatan yang ada. Ia mungkin dahulu sudah melakukan kejahatan, tetapi ia memanfaatkan kesempatan yang diberikan Tuhan, sehingga ia pun bertobat dan masuk ke dalam Firdaus (Luk 23:43). Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Lakukan yang terbaik hari ini dengan pemikiran bahwa mungkin saja ini adalah kesempatan terakhir bagi kita.


Bacaan Alkitab: Yunus 3:1-5
3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.