Rabu, 30 Januari 2013

Kuat Secara Fisik, tetapi Jatuh ke Tangan Wanita



Kamis, 31 Januari 2013
Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 16:15-21
Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.” (Hak 16:16)


Kuat Secara Fisik, tetapi Jatuh ke Tangan Wanita


Jika kita pernah menonton film-film action Hollywood seperti James Bond, maka kita akan melihat bagaimana seorang jagoan seperti James Bond yang sangat kuat, ternyata bisa lemah juga ketika melihat wanita cantik yang ada di dekatnya, padahal wanita tersebut sebenarnya adalah mata-mata musuh. Memang fisik yang kuat, atau otak yang pintar, atau keunggulan-keunggulan lainnya tidak bisa menjamin bahwa orang tersebut tidak memiliki kelemahan. Justru banyak kejadian dimana seorang pria yang “kuat” atau “berkuasa” pun akhirnya takluk di tangan wanita.

Sama halnya dengan Simson. Simson adalah seorang pahlawan yang sangat kuat, karena sejak lahirnya ia memang sudah ditunjuk untuk menyelamatkan bangsa Israel dari tangan orang Filistin. Kekuatannya berasal dari Allah, dan hanya satu pantangannya, yaitu rambutnya tidak boleh terkena pisau cukur (Hak 13:5). Jika kita membaca ayat-ayat tentang Simson pun kita akan tahu betapa kuatnya Simson itu sehingga tidak ada orang yang dapat mengalahkannya.

Tetapi semua berubah ketika Simson jatuh cinta kepada Delila, seorang perempuan Filistin. Tanpa setahu Simson, Delila telah menjadi mata-mata orang Filistin yang bertujuan untuk mengetahui rahasia Simson. Dalam kisah Alkitab yang kita baca hari ini, sebelumnya Delila telah tiga kali menanyakan rahasia kekuatan Simson, tetapi Simson berhasil menahan diri untuk tidak menceritakannya (ay. 15). Akan tetapi, Delila tidak mudah putus asa. Ia merengek-rengek kepada Simson dan terus mendesak Simson selama berhari-hari lamanya agar Simson mau membocorkan rahasia kekuatannya kepada Delila (ay. 16a).

Saya yakin bahwa Delila sudah mengeluarkan sejumlah besar rayuan maut bahkan kata-kata manis dan juga segala macam tindakan agar Simson mau bercerita. Sebenarnya sangat mudah bagi Simson untuk meninggalkan Delila dan mencari gadis lain. Akan tetapi Simson tidak melakukan hal tersebut. Ia justru merasa tidak enak hati kepada Delila sehingga memiliki perasaan kasihan kepada Delila (ay. 16b). Akhirnya Simson pun takluk oleh rayuan Delila dan menceritakan rahasia kekuatannya kepada Delila (ay. 17).

Sayangnya sampai dengan saat itu, Simson tidak sadar bahwa ia telah masuk perangkap. Ia tidak sadar bahwa Delila hanyalah seorang perempuan yang menggunakan kecantikan tubuhnya untuk memperoleh uang dari raja-raja Filistin (ay. 18). Delila bahkan rela mengkhianati Simson dengan cara membuatnya tidur di pangkuannya lalu Delila memanggil seorang tukang cukur untuk mencukur rambut Simson (ay. 19a). Saya pun tidak habis pikir bagaimana orang sekuat Simson bisa tidak sadar bahwa ada orang yang memotong rambutnya ketika ia tidur.

Alkitab menulis bahwa sejak rambutnya dicukur, maka kekuatan Simson pun lenyap. Simson yang kuat justru takluk di tangan seorang perempuan asing dari bangsa Filistin (ay. 19b). Akibatnya sungguh tragis, ketika Simson bangun, ia menjadi lemah dan tidak berdaya ketika pasukan Filistin datang untuk menangkap dirinya (ay. 20). Simson pun akhirnya menjadi tawanan bangsa Filistin, matanya dibutakan dan ia menjadi penggiling di penjara, padahal saat itu umumnya pekerjaan penggilingan dilakukan oleh hewan (ay. 21).

Apa yang kita dapat pelajari dari Simson? Pertama adalah bahwa kita harus menyadari hal-hal apa saja yang menjadi kelemahan kita, karena sekuat apapun kita, pasti kita memiliki kelemahan yang dapat menjatuhkan kita. Simson yang sangat kuat secara fisik saja ternyata takluk oleh seorang perempuan asing. Kedua, kita pun harus menghindari hal-hal yang bisa membuat kita jatuh, apapun hal tersebut. Andaikata Simson tahu bahwa wanita adalah kelemahannya, maka sebenarnya ia bisa saja menghindarinya, atau minimal mencari perempuan dari bangsa Israel sendiri. Akan tetapi karena Simson lebih menuruti hawa nafsunya ketimbang memikirkan perannya sebagai hakim bagi orang Israel, Simson pun akhirnya memilih untuk tidak taat dan takluk di tangan perempuan.

Mari kita belajar dari Simson dan jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Jangan memberi kesempatan kepada dosa untuk membuat kita jatuh. Melainkan jadilah kuat dan berakar di dalam Firman Tuhan. Jangan biarkan hal-hal kecil menjadi batu sandungan bagi kita. Minta Tuhan untuk menutupi kelemahan kita sehingga kita dapat kuat dalam segala hal. Jangan menganggap diri kita kuat, tetapi rendahkanlah diri kita di hadapan Tuhan, dan memintaNya untuk menjaga seluruh kehidupan kita agar kita berkenan di hadapanNya.



Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 16:15-21
16:15 Berkatalah perempuan itu kepadanya: "Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar."
16:16 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.
16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
16:18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.
16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.
16:20 Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.
16:21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.