Selasa, 22 Januari 2013

Tuan yang Adil



Senin, 21 Januari 2013
Bacaan Alkitab: Kolose 3:22-4:1
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” (Kol 4:1)


Tuan yang Adil


Saya pernah bekerja di dua instansi, yang satu adalah instansi swasta dan yang satu lagi adalah instansi pemerintah. Dan setelah saya perhatikan, sebenarnya kedua instansi tersebut memiliki “kelemahan” yang serupa. Dua-duanya kurang menghargai orang-orang yang bekerja di bidang utama (core business) instansi tersebut.

Instansi pertama saya adalah sebuah perusahaan manufaktur. Logikanya, seharusnya perusahaan menghargai orang-orang yang ada di bidang utama, yaitu orang-orang yang terkait produksi dan penjualan produk. Akan tetapi, kenyataannya justru orang-orang di bagian yang tidak terkait langsung dengan kedua bagian utama tersebut, merekalah yang cepat naik dan menduduki posisi penting. Sama halnya dengan instansi kedua saya, dimana justru instansi saya “menghambat” karir orang-orang yang bekerja di bidang utama instansi saya tersebut, dengan cara memberlakukan sistem kenaikan yang tidak jelas dan berubah-ubah, sehingga jika orang-orang di bagian penunjang bisa naik golongan setiap empat tahun sekali, di bagian utama justru orang-orang yang sering melakukan pekerjaan utama justru bisa lebih lama naiknya, karena mereka harus mengumpulkan nilai kredit dari kegiatan-kegiatan penunjang yang sebenarnya kurang relevan dengan kegiatan utama mereka. Justru nilai dari kegiatan penunjang dengan durasi yang sama bisa jauh lebih besar daripada nilai dari kegiatan utama yang mereka lakukan.

Tetapi memang di setiap instansi pasti ada ketidakadilan, minimal ada ketidakpuasan yang dirasakan para pegawai. Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Alkitab membagi manusia menjadi dua golongan utama: hamba dan tuan. Firman Tuhan memerintahkan para hamba untuk menaati tuan yang ada di dunia, bukan untuk menyenangkan hati mereka tetapi karena takut akan Tuhan (ay. 22). Alkitab meminta para hamba untuk melakukan apapun dengan segenap hati dan dengan motivasi melakukannya bagi Tuhan, dan bukan bagi manusia (ay. 23). Jikalau hamba melakukan kesalahan, maka ia pun harus siap menanggung kesalahannya dengan segala konsekuensinya (ay. 24).

Kelihatannya, Firman Tuhan lebih banyak berbicara tentang hamba. Tetapi sebenarnya prinsip yang sama pun berlaku bagi para tuan. Seorang tuan harus bersikap jujur dan adil kepada para hamba-hambanya. Mengapa? Karena mereka pun sebenarnya memiliki Tuan di surga, yaitu Allah Bapa (ay. 1). Standar jujur dan adil ini memang relatif, karena jujur dan adil menurut pandangan tuan pun bisa jadi berbeda dengan standar menurut pandangan hamba. Bahkan antar hamba pun bisa memiliki standar jujur dan adil yang berbeda.

Akan tetapi standar yang dimaksud dalam hal ini adalah standar Tuhan sendiri. Tuan harus jujur dan adil sesuai standar Tuhan, minimal melakukan yang terbaik, misalnya dengan menerapkan sistem penggajian (remunerasi) yang seadil-adilnya, sehingga jangan sampai hamba yang berkinerja buruk justru mendapatkan gaji yang lebih besar. Demikian juga halnya dengan penilaian para hamba. Lakukan penilaian dengan obyektif sehingga para hamba pun menerima apa yang berhak mereka terima.

Ingat bahwa kita sebagai tuan pun harus bersikap adil dan jangan mau melihat hamba dari cara mereka menyenangkan kita (ay. 22), dan menghukum hamba yang tidak bersalah atau menghukum hamba tidak sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan, termasuk dengan memandang orang alias memperlakukan beberapa orang tertentu dengan spesial (ay. 25). Para tuan pun perlu melakukan tugas dan tanggung jawab mereka, termasuk wewenang mereka dengan segenap hati seperti untuk Tuhan  (ay. 23).

Satu kebenaran yang terpenting adalah bahwa apapun status kita di dunia ini, entah sebagai tuan atau sebagai hamba, sesungguhnya kita adalah hamba di hadapan Tuhan, dan Tuhan adalah tuan kita. Sebagai hamba Tuhan, kita pun akan memperoleh upah apabila kita telah melakukan bagian kita sebagai hamba Tuhan (ay. 24). Apa bagian kita? Tentu saja melakukan hidup kita sesuai dengan Firman Tuhan, entah sebagai hamba maupun sebagai  tuan. Pertanyaan yang lebih penting lagi, sudahkah kita meneladani Tuhan Yesus sebagai tuan kita? Atau kita justru mempermalukan Tuhan Yesus ketika selama kita ada di dunia ini, kita menjadi hamba yang malas atau kita menjadi  tuan yang kejam dan tidak adil?



Bacaan Alkitab: Kolose 3:22-4:1
3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.