Kamis, 21 Maret 2013

Hatah, Sida-sida yang Setia



Jumat, 22 Maret 2013
Bacaan Alkitab: Ester 4:1-17
Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja.” (Est 4:5-6)


Hatah, Sida-sida yang Setia


Kita pasti tahu kisah tentang Ester dalam Alkitab, yaitu bagaimana Ester dan Mordekhai menyelamatkan bangsa Yahudi dari pemusnahan massal yang direncanakan kepada mereka. Sekilas kita akan melihat bahwa tokoh utama dalam kisah tersebut adalah Ester dan Mordekhai. Tetapi kita melupakan satu hal bahwa ada satu orang lagi yang juga berperan dalam penyelamatan bangsa Israel pada saat itu, yaitu Hatah, sida-sida Ester yang setia melakukan bagiannya.

Kisah ini dimulai ketika Mordekhai yang tahu bahwa bangsanya, bangsa Yahudi, akan dibunuh dan dibinasakan di seluruh kerajaan Media Persia, yang kemudian memakai kain kabung dan berseru dan meratap (ay. 1-3). Ester yang diberitahu tentang hal itu kemudian mencoba mengirim pakaian layak kepada Mordekhai (melalui dayang-dayang atau sida-sidanya) tetapi Mordekhai tidak mau menerimanya (ay. 4).

Kemudian, Ester pun memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan raja untuk melayani Ester (ay. 5a). Kita tidak tahu siapa sebenarnya Hatah ini, apakah dia seorang pria atau wanita, orang Yahudi atau bukan, karena Alkitab memang tidak menulis tentang hal ini. Tetapi Hatah mendapatkan tugas cukup sulit dari Ester untuk mengetahui mengapa Mordekhai berbuat seperti itu (ay. 5b). Sepertinya ini memang tugas mudah tetapi sebenarnya sulit, karena orang yang dikirim Ester sebelumnya saja tidak berhasil memberikan pakaian kepada Mordekhai.

Kita tidak tahu bagaimana cara Hatah dapat membuat Mordekhai menceritakan masalahnya tersebut, tetapi yang jelas Alkitab menulis bahwa Mordekhai akhirnya mau menceritakan segala sesuatu kepada Hatah, dan bahkan salinan surat undang-undang tentang pemusnahan bangsa Yahudi. Hatah juga mendapat kepercayaan Mordekhai untuk menyampaikan pesan Mordekhai agar Ester pergi menghadap raja (ay. 6-8).

Selanjutnya Hatah pun langsung kembali ke Ester dan menyampaikan seluruh perkataan Mordekhai (ay. 9) kepada Ester, yang selanjutnya justru ia pun disuruh menyampaikan jawaban Ester kepada Mordekhai (ay. 10-12). Herannya Mordekhai justru meminta Hatah kembali lagi kepada Ester dengan jawaban Mordekhai selanjutnya (ay. 13-14). Tidak lama kemudian, Ester pun menyampaikan jawabannya lagi kepada Mordekhai (ay. 15-16), dan setelah itu, maka Mordekhai pun berbuat seperti yang dipesankan Ester kepadanya (ay. 17).

Apa yang kita dapat pelajari dari Hatah?

Pertama, Hatah adalah seorang menjalankan kewajibannya dengan baik. Ia mampu menjalankan perintah Ester dan menjembatani komunikasi antara Ester dan Mordekhai (karena Ester tidak bisa keluar istana dan Mordekhai justru tidak bisa masuk ke istana). Hatah mampu menyampaikan apa yang Ester inginkan dan apa yang Mordekhai inginkan, sehingga akhirnya mereka sepakat dengan satu kesimpulan.

Kedua, Hatah tetap melakukan bagiannya walaupun bagiannya hanyalah sesuatu yang kecil. Apa yang Hatah lakukan mungkin tidak ada artinya bagi kebanyakan orang. Ia hanyalah seorang “pesuruh”, yaitu orang yang disuruh oleh Ester dan Mordekhai menyampaikan pesan mereka masing-masing. Tetapi di balik kesederhanaan tugas yang dilakukannya, ia tetap melakukannya dengan setia. Dan upah dari kesetiaannya itu adalah bahwa namanya tercantum di dalam Kitab Suci.

Saya tidak tahu apa yang masing-masing kita sedang lakukan saat ini, khususnya dalam hal pekerjaan Tuhan. Apakah kita sedang mengerjakan sesuatu yang besar? Atau kita mungkin merasa bahwa apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang kecil dan tidak berarti. Apapun itu, bagian kita adalah tetap setia dan melakukan bagian kita dengan sebaik-baiknya. Walaupun mungkin nama kita tidak akan tercantum dalam Alkitab seperti Hatah? Akan tetapi apa yang kita lakukan bagi Tuhan pasti tidak akan sia-sia. Sudahkah kita setia seperti Hatah?


Bacaan Alkitab: Ester 4:1-17
4:1 Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih.
4:2 Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorang pun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung.
4:3 Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya.
4:4 Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya.
4:5 Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu.
4:6 Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja,
4:7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi.
4:8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.
4:9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.
4:10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
4:11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,
4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
4:15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
4:17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.