Sabtu, 02 Maret 2013

Pelayanan di Bidang Seni



Senin, 25 Februari 2013
Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 25:1-7
Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN -- mereka sekalian adalah ahli seni -- ada dua ratus delapan puluh delapan orang.” (1 Taw 25:7)


Pelayanan di Bidang Seni


Kebanyakan ketika kita mendengar kata “pelayanan”,  terutama dalam konteks pelayanan di gereja, kita cenderung akan mengartikan pelayanan tersebut sebagai pelayanan di atas mimbar, entah berkhotbah, atau pelayanan-pelayanan yang berhubungan dengan Firman Tuhan. Kebanyakan orang hanya melihat pelayanan dari Firman Tuhan yang disampaikan. Di satu sisi, hal itu memang benar. Tetapi di sisi lain, ada banyak cara bagi seseorang untuk mengambil bagian dalam pelayanan.

Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop bagi bacaan Alkitab kita hari ini dengan judul: Para penyanyi. Sejujurnya, perikop ini tidak hanya menceritakan tentang para penyanyi, tetapi seluruh pelayan Tuhan yang melayani Tuhan dengan jiwa seni mereka. Raja Daud yang saat itu berkuasa, menunjuk tiga keluarga untuk melayani Tuhan di bidang seni ini,  yaitu anak-anak Asaf, Heman, dan Yedutun (ay. 1a). Mereka melayani Tuhan dengan cara bernubuat sambil diiringi musik kecapi, gambus, dan ceracap (ay. 1b). Mereka melayani Tuhan dengan karunia yang mereka miliki. Ada yang bernubuat, yaitu anak-anak Asaf (ay. 2), bernubuat dengan diiringi musik, yaitu anak-anak Yedutun (ay. 3). Ada juga yang melayani dengan cara menjadi pelihat bagi raja, yaitu anak-anak Heman (ay. 4-5).

Walaupun jenis pelayanan mereka berbeda-beda, tetapi raja Daud mengelompokkan pelayanan mereka dalam satu jenis pelayanan, yaitu pelayanan di bidang seni. Sangat mungkin walaupun mereka melayani dengan cara bernubuat atau menjadi pelihat, mereka melakukannya dengan nyanyian dan musik. Ini juga dapat kita lihat di kitab Mazmur, bagaimana nubuatan-nubuatan pun dinyanyikan dengan musik tertentu. Ayat 6 memberikan gambaran bagaimana anak-anak dari ketiga kaum keluarga ini melayani dengan bernyanyi dan bermain musik di bawah pimpinan ayah mereka (ay. 6).

Raja Daud menganggap bahwa pelayanan di bidang seni ini sangat penting dan  tidak kalah pentingnya dengan pelayanan jenis lainnya. Musik dan nyanyian yang mereka lakukan tidak hanya sekedar musik belaka, tetapi musik yang bertujuan untuk menyembah dan memuliakan Tuhan. Seringkali hal ini yang luput dari pola pikir kita, yaitu segala jenis musik di gereja digunakan hanya sebagai pelengkap ibadah. Padahal musik itu seharusnya menjadi sarana untuk membuat jemaat bisa merasakan hadirat Tuhan dan menyembah Tuhan dalam kebenaran. Itulah mengapa raja Daud tidak sembarangan menunjuk para pelayan seni ini. Alkitab mengatakan bahwa mereka semua adalah ahli seni, dengan jumlah total saat itu adalah 288 orang (ay. 7). Mereka bukan hanya orang yang bisa memainkan musik dengan seadanya. Mereka adalah para ahli, yang memang berpengalaman dan memiliki karunia khusus di bidang tersebut.

Menjadi pertanyaan bagi kita, apakah selama ini kita telah sungguh-sungguh mempersiapkan pelayanan seni ini di gereja kita masing-masing? Atau kita menganggap bahwa pelayanan ini hanyalah pelayanan biasa yang dapat dilakukan oleh siapa saja? Alangkah baiknya jika kita menempatkan orang-orang yang memang memiliki karunia di bidang musik untuk melayani di bidang musik ini. Jangan kita hanya asal menempatkan orang untuk pelayanan karena memang tidak ada orang yang mau. Ambillah bagian untuk melayani dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Ketika kita melakukan hal tersebut, maka pelayanan kita akan menjadi pelayanan yang luar biasa dan berdampak besar bagi orang lain.


Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 25:1-7
25:1 Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut:
25:2 dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja.
25:3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN.
25:4 Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot.
25:5 Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.
25:6 Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.
25:7 Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN -- mereka sekalian adalah ahli seni -- ada dua ratus delapan puluh delapan orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.